oleh

3 Personel Damkar Kota Bima Ikut Kursus Penyelamatan dari Korea Selatan

-Kabar Kota Bima-363 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Untuk mempelajari lebih dalam lagi tentang aksi penyelamatan korban bencana, 3 personil Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bima Ardy Firmansyah, Iswadin dan Adnan mengikuti Internasional Online Courses yang diselenggarakan Seoul Metropolitan Goverment (SMG), Jumat (19/3).

Personil Damkar saat mengikuti kursus penyelamatan dari Korea Selatan. Foto: Eric

Kepala Damkar Kota Bima Didi Fakhdiansyah menyampaikan, kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Korea Selatan melalui SMG tersebut bekerja sama dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

“Agenda ini mengikut sertakan 8 personil Damkar se-Indonesia, di antaranya Provinsi DKI Jakarta, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Makassar, Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta dan Kota Malang,” ujarnya.

Didi menjelaskan, kegiatan dengan tema Fire Fighter Online Course tersebut dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting selama 5 hari, mulai tanggal 15 sampai dengan 19 Maret 2021.

Adapun materi diklat yang mereka peroleh yaitu tentang sistem tanggap darurat bencana, kebijakan keamanan masyarakat, pengenalan sejarah, kebijakan tentang metode pemadam kebakaran, prinsip teori api dan pemadaman, penelitian tentan pemadam kebakaran, sistem komando dan beberapa materi lainnya.

“Maka untuk mendukung kompetensi ini dihadirkan 12 orang narasumber yang juga tenaga ahli dari Seoul Fire Academy Korea Selatan dan telah memiliki lisensi Internasional,” katanya.

Ditambahkan mantan Kadis Perkim itu, untuk pelaksaaan hari ke-4, peserta wajib mempresentasikan dalam Bahasa Inggris tentang kondisi palaksanaan tugas pada masing- masing daerah, yaitu mengenai tantangan dan hambatan dalam tugas, sarana dan prasarana yang dimiliki dan belum dimiliki, serta kesulitan dan permasalahan permasalahan yang dihadapi.

Karena Damkar organisasi pemerintah yang baru berbentuk tambah Didi, dengan agenda ini dapat menambah wawasan, pemahaman dan kemampuan aparatur, penyediaan fasilitas, standarisasi sarana dan prasarana. Baik untuk penanggulangan kebakaran, maupun dalam bidang pencegahan yang di dalamnya meliputi sistim proteksi dan keselamatan pada sarana prasarana milik pemerintah.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru