oleh

Proteksi Anak dari Aksi Kejahatan, KB TK Yaa Bunayya Kerjasama dengan HAPKIDO dan LPA

Kota Bima, Kahaba.- Untuk mengajarkan anak-anak bisa memproteksi diri dari tindak kejahatan, KB TK Yaa Bunayya bekerjasama dengan HAPKIDO dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima selama 2 hari mulai Rabu dan Kamis (31/3-1/4), melaksanakan pekan outdoor dalam rangka memberikan materi pengajaran anak untuk menjaga kesehatan dan juga melindungi dari gangguan tindak kriminalitas.

Proteksi Anak dari Aksi Kejahatan, KB TK Yaa Bunayya Kerjasama dengan HAPKIDO dan LPA
Foto bersama KB TK Yaa Bunayya usai melaksanakan kegiatan dengan HAPKIDO dan LPA Kota Bima. Foto: Ist

Kepala KB TK Yaa Bunayya Sri Asmiati menyampaikan, pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan anak pada lingkungan luar, serta memperkuat bekal peserta didik tentang perlindungan diri terhadap Covid-19.

Pihaknya juga memberikan edukasi pertahanan diri (self defense), yaitu ilmu beladiri sederhana berupa dasar pukulan dan tangkisan. Kemudian juga diberi tips dan ketrampilan melepaskan diri dari tarikan orang yang ingin berbuat jahat, berupa teknik kuncian untuk menghambat gerak penculik.

“Belajar ilmu bela diri tersebut bukan untuk gagah-gagahan saja, melainkan sebagai upaya proteksi diri dan tidak sembarang dipraktekan hanya digunakan saat diperlukan,” jelasnya.

Kemudian terkait kunjungan di LPA Kota Bima kata Sri, untuk menambah wawasan tentang pencegahan dini terhadap tindak kekerasan seksual, yang saat ini marak terjadi. Sehingga baik anak dan juga orang tua, bisa lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sosial yang terdeteksi bisa menimbulkan tindakan kriminal.

“Agar wawasan ini mudah diterima dan diingat oleh siswa, kami bersama LPA memberikan edukasi pada anak-anak dengan suasana bermain ceria dan gembira,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPA Kota Bima Juhriati menambahkan, maraknya kasus kekerasan seksual pada anak mengharuskan orangtua dan anak mengetahui dan memahami pendidikan seks secara dini. Agar terbentuk karakter anak yang bertanggung jawab pada dirinya sendiri, dan juga lingkungan keluarga serta sosial.

Di samping itu juga, pendidikan seksual pada anak usia dini akan berdampak positif jika ada ketauladanan dari keluarga, masyarakat dan negara.

“Anak-anak mengetahui batasan-batasan aurat, jenis kelamin serta lebih mengenal dampak kekerasan seksual terhadap dirinya. Sehingga dapat melakukan upaya pencegahan dini pada anak, agar tidak menjadi korban,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru