oleh

Demontrasi, Warga Kelurahan Rontu Merangsek Masuk Kantor Walikota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Mendesak pelaku pembunuh Hasanudin yang ditemukan meninggal dengan kondisi tragis di Kelurahan Dara beberapa waktu lalu, warga Kelurahan Rontu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota Bima, Kamis (20/5).

Demontrasi, Warga Kelurahan Rontu Merangsek Masuk Kantor Walikota Bima
Warga Kelurahan Rontu saat menyampaikan tuntutan di Halaman Kantor Walikota Bima. Foto: Deno

Massa aksi menilai, karena korban merupakan ASN Pemkot Bima, maka sepatutnya juga mendapat perhatian dari pemerintah setempat agar bisa segera mendorong aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku nembunuhan.

Ratusan massa aksi sebelumnya menggelar aksi di depan Polres Bima Kota, meminta Polisi serius tangani kasus tersebut. Kemudian mendatangi Kantor Walikota Bima dan menyerobot masuk di kantor setempat.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Rontu Rawin Fas menyampaikan, karena korban merupakan ASN Pemkot Bima dan meninggal pada saat jam kerja, harusnya Pemerintah Kota Bima memliki perhatian untuk mendesak pihak kepolisian segera mengungkap kasus tersebut.

Korban meninggal sudah 47 hari, namun proses penyelidikan polisi belum ada hasil sama sekali dan sama halnya menunjukkan bahwa tidak ada keseriusan polisi mengungkap kasus dimaksu.

“Penanganan kasus ini menjadi rapor merah bagi Polres Bima Kota,” sorotnya

Di depan Kantor Walikota Bima, Ketua Karang Taruna Balubu Jaya menyampaikan beberapa tuntutan, mereka meminta Kapolres Bima Kota mundur dari jabatannya, mendesak Wakapolres Bima Kota untuk memenuhi janjinya untuk segera mengungkap kasus tersebut.

Meminta Polres Bima Kota serius tangani kasus kematian Hasanudin, yang hingga kini masih meninggalkan misteri dan meminta Polres Bima Kota memberikan penjelasan secara detail perkembangan kasus tersebut.

“Kami juga meminta Pemkot Bima segera mendesak pihak Polres Bima Kota untuk secepat mungkin mengungkap kasus pembunuhan tersebut,” desaknya

Selain itu, Ketua Karang Taruna juga mendesak pihak DPRD Kota Bima agar segera membentuk panitia khusus untuk membahas kasus pembunuhan ASN tersebut.

Jika tuntutan itu tidak direspon dengan baik dan pembunuh Hasanudin tidak juga diungkap dalam waktu dekat, maka warga Rontu akan menggelar aksi besar-besaran lagi.

*Kahaba-05

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru