oleh

Walikota Bima Klarifikasi Penambahan Harta Kekayaan

-Kabar Kota Bima-886 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Lutfi melalui Kabag Prokopim Setda Kota Bima H Abdul Malik menyampaikan klarifikasi terkait penambahan harta kekayaan, seperti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK RI dalam website https://elhkpn.kpk.go.id/portal/user/monitoring_kepatuhan. (Baca. LHKPN 2020, Kekayaan Walikota Bima Bertambah Rp 2 Miliar Lebih)

Kabag Prokopim Setda Kota Bima, H A Malik. Foto: Bin

Menurut Malik, dua tahun menjabat diakui bahwa ada penambahan harta kekayaan, namun bukanlah sebesar Rp 2 Miliar, melainkan senilai 947 juta. Penambahan tersebut adanya kenaikan harga aset tak bergerak, seperti tanah di Jalan Gajah Mada yang sebelumnya pada tahun 2019 dinilai sekitar Rp 1,4 Miliar, kemudian bertambah nilai jual menjadi 1,7 Miliar.

Ada pula aset tanah dan bangunan di Jakarta dengan nilai aset sebesar Rp 1,2 Miliar pada tahun 2019 mengalami kenaikan nilai jual menjadi Rp 1,6 Miliar.

“Sementara itu pula ada kenaikan dari harta bergerak lainnya berupa perhiasan emas yang semula ditaksir senilai Rp 656.000.000,- mengalami kenaikan nilai jual menjadi Rp. 704.000.000,” ujarnya, Selasa (25/5).

Diakui Malik, pada saat menjabat sebagai Walikota Bima tahun 2018 tercatat berdasarkan LHKPN tahun 2018 kekayaan Walikota Bima dilaporkan mencapai Rp 2.655.100.000. Jumlah tersebut berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp 1.200.000.000, alat transportasi dan mesin Rp 635. 000.000, harta bergerak lainnya Rp 320.000.000, kas dan setara kas sebanyak Rp 500.100.000.

Pada tahun 2019, kemudian pencatatan rumah tinggal Walikota Bima yang berada di jalan Gajah Mada senilai Rp 1,2 Miliar. Sehingga pada tahun 2020, terjadi kenaikan nilai jual untuk beberapa aset lainnya yang berjumlah Rp. 947 juta.

“Jadi tidak benar bahwa ada penambahan jumlah harta kekayaan, namun beberapa aset yang sejak awal didata mengalami kenaikan nilai,” katanya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru