oleh

Pelecehan Seksual Anak Kandung, Ayah Bejat Diringkus Aparat

Kota Bima, Kahaba.- Kasus pelecehan seksual, pencabulan dan pemerkosaan di Bima marak terjadi. Kali ini, terungkap oleh seorang ayah yang nyaris menggagahi D, gadis berusia 19 tahun warga Kecamatan Rasanae Barat. Sejak 6 tahun lalu, korban sering menerima perlakuan biadab dari ayahnya.

Pelecehan Seksual Anak Kandung, Ayah Bejat Diringkus Aparat
D, korban pelecehan seksual bapak kandung. Foto: Bin

Beruntung kali ini, D bersama ibunya RH memberanikan diri untuk menempuh jalur hukum dan berharap aparat memberi hukuman yang setimpal.

Di Kantor Komnas Perlindungan Anak Bima, Rabu malam (2/6) perempuan cantik ini didampingi orang tuanya mengungkapkan ulah ayahnya berinisial AG tersebut. Dari tahun 2016 lalu, saat D duduk di bangku kelas 3 SMP, ayahnya sering masuk kamar dan melancarkan aksinya.

“Saat pulang dari Palembang, kalau mama pergi jualan, papa sering masuk kamar elus-elus kaki saya yang lagi tidur. Awalnya tidak tidak berpikir apa-apa, karena orang tua,” terangnya.

Namun lama-kelamaan sambung D, orang tuanya tersebut mulai menindih dan menciumnya. Sempat ia melawan, namun ayahnya ringan tangan dan menamparnya hingga berbekas. Kelakuan orang tua kandungnya itu pun dilaporkan ke ibunya.

“Tahun 2016 itu sempat beritahu Komnas Anak, tapi kami hentikan prosesnya karena pertimbangan orang tua dan berpikir orang tua saya mau berubah,” katanya.

Tahun-tahun berjalan, rupanya kelakuan AG tidak berubah. Perilaku bejat itu pun sering diingatkan istrinya. Bahkan RH menyuruh D untuk tidur berdua dengan adik kandungnya, agar kelakuan yang sama tidak terulang.

“Saya sering bilang dan tegur suami saya, tapi tetap tidak mau mengakuinya,” RH menimpali.

Tahun 2017 kembali D bercerita, bentuk pelecehan seksual dilakukan melalui SMS. Seperti ayahnya mengajak keluar kamar, kemudian disuruh ke dapur untuk dipegang alat vital. Bahkan isi SMS sering bernada ancaman mau membunuh, jika tidak layani.

Pelecehan Seksual Anak Kandung, Ayah Bejat Diringkus Aparat
Ketua Komnas Perlindungan Anak Salmah M Nur saat mendengarkan cerita dari D. Foto: Bin

“Tapi tetap saya tidak layani, saya takut,” tuturnya dengan nada bergetar.

Selama tahun 2017 sampai tahun 2020, yang dilakukan orang tuanya lebih banyak pelecehan seksual dalam bentuk SMS. Tapi, setiap hari juga ayahnya terus minta dipijitin bagian kaki.

“Saya pijit kakinya, tapi kakinya suka digesekin ke paha saya,” ujarnya.

Lalu pada tahun 2021, sebelum Ramadan, pelecehan itu kembali terjadi. Saat itu, D sedang mandi, muncul ayahnya yang memperlihatkan kemaluan. Merasa takut, D lalu lari keluar kamar mandi untuk menghindar.

“Saya dikejar dan dicium sama papa. Saat itu mama lihat dan tegur karena tidak boleh mencium anak gadis seperti itu,” katanya lagi.

Dari sejumlah tindakan pelecehan ini, D dan ibunya memberanikan diri untuk melawan dengan menghubungi Pokja Komnas Perlindungan Anak Bima. Kemudian melapor ke polisi tanggal 22 Mei 2021.

“Polisi malam itu juga mengamankan papa,” terangnya.

RH juga mengungkapkan jika suaminya tersebut memakai narkoba. Beberapa kali mengajak temannya ke rumah untuk isap Sabu-sabu. Tentu saja kelakuannya selama ini karena dipegaruhi narkoba.

“Tidak ada sungkannya isap narkoba di depan saya dan anak – anak,” pungkasnya.

Terhadap pelecehan seksual yang menimpa anaknya tersebut, RH berharap agar aparat memproses hukum dengan serius. Paling tidak suaminya itu sadar dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Kami minta diberi hukuman setimpal,” harapnya.

*Kahaba-01

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru