oleh

Warga Tolak Pembangunan Taman Lapangan Pahlawan

Kota Bima, Kahaba.- Warga Kelurahan Rabangodu Selatan menolak pembangunan Taman Lapangan Pahlawan Raba. Penolakan itu mengemuka saat 3 orang anggota DPRD Kota Bima menggelar reses di Lapangan Ompu Dri, Selasa sore (3/8).

Kondisi Lapangan Pahlawan yang sedang dikerjakan proyek pembangunan taman. Foto: Bin

Syafruddin, warga setempat mempertanyakan maksud dan tujuan dibangun taman lapangan tersebut. Karena keberadaannya jelas akan berubah total fungsi lapangan.

“Kami sebagai masyarakat yang berada di dekat lapangan, tidak ingin diubah menjadi taman, karena lapangan itu punya sejarah,” tegasnya.

Ia pun menyayangkan dibangunnya taman di Lapangan Pahlawan Raba. Jika kondisinya begini, maka akan semakin mempersempit ruang aktivitas masyarakat. Seperti untuk olahraga dan tempat ibadah pada hari raya.

Di tempat yang sama tokoh masyarakat H Abdul Akhir dengan lantang menolak pembangunan taman Lapangan Pahlawan. Menurut dia, proyek itu tidak punya fungsi dan tujuan yang jelas.

“Taman – taman yang sudah dibangun di Kota Bima saja tidak mampu diurus dengan baik. Jadi percuma saja taman lapangan ini dibangun, nanti tidak akan diurus lagi,” sorotnya.

Kata dia, pembangunan taman itu jelas akan merubah wajah Lapangan Pahlawan yang punya nilai sejarah. Ironisnya lagi sambungnya, kondisi lapangan itu jelas tidak lagi bisa dimanfaatkan untuk sholat Idul Fitri dan Idul Adha.

“Semakin sempit itu, bagaimana bisa dipakai untuk sholat warga dalam jumlah banyak. Padahal itu tradisi yang sudah berjalan sejak lama,” sesalnya.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kota Bima Edy Ikhwansyah menjawab Lapangan Pahlawan memang sejak dahulu telah berubah fungsi. Penataan awal saja sudah memberi dampak untuk warga sekitar. Seperti ada warga yang diuntungkan dan dirugikan.

“Sekarang proyeknya untuk taman lagi. Tentu akan semakin mempersempit kondisi lapangan,” jelasnya.

Kendari demikian, Edy mengungkapkan penataan lapangan itu tetap akan disediakan sarana olahraga. Hanya saja memang kondisinya berpotensi tidak bisa dipakai untuk sholat Idul Fitri dan Idul Adha.

“Tergantung kondisinya nanti. Karena memang sudah semakin kecil. Tapi tentu pemerintah punya kajian – kajian membangun taman tersebut,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru