oleh

Kolam Renang Pantai Lawata tidak Berfungsi, Kondisinya Kotor dan Bau

Kota Bima, Kahaba.- Sejak diresmikan oleh Walikota Bima tahun lalu, kondisi kolam renang di Pantai Lawata kini justru tidak berfungsi. Tak ada warga yang berkunjung dan menikmati proyek senilai Rp 850 juta itu, karena airnya kotor dan berbau. (Baca. Diduga Bermasalah, Polisi Turun Cek Fasilitas di Pantai Lawata)

Kolam Renang Pantai Lawata tidak Berfungsi, Kondisinya Kotor dan Bau
Kondisi kolam renang di Pantai Lawata yang sudah tidak berfungsi. Foto: Ist

Air di 2 kolam berenang itu tidak terawat. Pada kolam dewasa sudah dipenuhi dedaunan dan lumut. Demikian juga dengan kondisi kolam berenang anak, justru lebih parah. Air menguning, berbusa dan berbau. Beberapa keramik pada pinggiran kolam, juga terlihat rusak. (Baca. Polisi Minta Dokumen Pembangunan Fasilitas Pantai Lawata, Dispar Akan Kooperatif)

Sedangkan di sekitar kolam, dipenuhi sampah dedaunan. Lampu-lampu yang terpasang di pinggir kolam juga rusak. (Baca. Dewan Dukung Polisi Usut Dugaan Masalah Pembangunan Fasilitas di Pantai Lawata)

Tidak hanya itu, wahana permainan ketangkasan anak yang terbuat dari besi sudah berkarat. Apalagi, wahana ini tersimpan di daerah yang berdekatan dengan laut. (Baca. Dewan Dukung Polisi Usut Dugaan Masalah Pembangunan Fasilitas di Pantai Lawata)

Minggu kemarin, pengunjung mengeluhkan kondisi kolam renang di Lawata tersebut. Seperti satu keluarga yang baru saja datang dari NTT dan singgah di Kota Bima sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali. (Baca. Ada Indikasi Kerugian Negara Pada Proyek Pantai Lawata)

Sempat melihat promosi Lawata di internet, yang sangat memukau. Namun setelah dikunjungi, ternyata jauh dari promosi. Anak-anak yang hendak berenang pun kecewa karena melihat kondisi kolam yang kotor. (Baca. Inspektorat Dalami Dugaan Kerugian Negara 3 Objek Proyek di Pantai Lawata)

Kolam Renang Pantai Lawata tidak Berfungsi, Kondisinya Kotor dan Bau
Kolam renang anak di Pantai Lawata yang dipenuhi jamur dan lumut. Foto: Ist

“Kami lihat di internet itu keren sekali. Mungkin malam. Tapi kolam renangnya kotor sekali. Kasihan anak-anak tidak jadi berenang,” ujar Amos, saat ditemui wartawan. (Baca. Proyek tidak Bermanfaat, Proses Dugaan Kasus Pantai Lawata di Polres Macet)

Sementara itu, Kadis Pariwisata, H Zulkifli yang dikonfirmasi via ponsel membenarkan kondisi kolam renang di Lawata saat ini tidak dibuka.

Ia mengaku, pihaknya terkendala pada bagian pemeliharaan. Anggaran untuk pembersihan kolam, sudah dipotong. Sedangkan, kolam renang harus dibersihkan minimal satu kali dalam sepekan.

“Pengunjung tidak ada, pemasukan tidak ada. Anggaran yang ada di dinas pun sudah dipotong,” terangnya.

Menurut dia, pembersihan kolam tidak bisa dilakukan tanpa biaya. Mulai dari gaji pekerja, hingga sterilisasi air kolam.

“Kita tidak mau ambil resiko, kolam tetap dibuka tapi airnya tidak bersih. Kan harus ditaburi kaporit dan sebagainya, sehingga bersih kolamnya,” kata Zulkifli.

Ia menambahkan, selama menjadi Kepala Dinas Pariwisata, kolam di Lawata sudah sempat dibuka dan dinikmati pengunjung. Tapi dampak pandemi Covid-19 membuat kolam harus ditutup lagi karena anggaran yang tidak ada.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru