Kabar Kota Bima

Puluhan Peternak Mandiri Datangi Dinas, Desak Hentikan Bantuan Bibit AKS

322
×

Puluhan Peternak Mandiri Datangi Dinas, Desak Hentikan Bantuan Bibit AKS

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Merasa sangat dirugikan dengan adanya program bantuan bibit Ayam Kampung Super (AKS) yang kembali disalurkan tahun 2021, puluhan peternak mandiri disejumlah kelurahan di Kota Bima mendatangi Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima, Kamis (19/8).

Puluhan Peternak Mandiri Datangi Dinas, Desak Hentikan Bantuan Bibit AKS - Kabar Harian Bima
Peternak Mandiri saat mendatangi Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima. Foto: Bin

Kedatangan para peternak tersebut ditemui Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima Sulistiyanto dan Kabid Peternakan Juwaihar

Puluhan Peternak Mandiri Datangi Dinas, Desak Hentikan Bantuan Bibit AKS - Kabar Harian Bima

Mengawali pertemuan itu, Endi salah seorang peternak menjelaskan, maksud kedatangan mereka karena penyaluran bibit AKS dari pemerintah begitu meresahkan. Pelaksanaan program itu tahun lalu saja, nyaris membuat peternak mandiri gulung tikar.

“Kami dirugikan dengan adanya bantuan bibit itu, pasar juga terganggu. Bagaimana tidak, karena penerima manfaat bantuan itu saat panen justru menjual dengan harga yang sangat murah,” ungkap Endi.

Dia mempertanyakan, kenapa program yang pernah gagal pada tahun lalu, kemudian dilanjutkan lagi pada tahun ini. Apakah kegagalan yang pernah terjadi tidak cukup dijadikan pelajaran, agar menghentikan bantuan bibit AKS tersebut.

“Ini program gagal, AKS saat panen dijual sembarang, tanpa melihat kondisi pasar. Dampaknya kami ini yang rugi,” tegas Endi.

Menurutnya, jika pemerintah beralasan program ini adalah bentuk pemberdayaan dan membuka lapangan kerja, bukan seperti ini caranya. Karena di satu sisi, pemerintah ini menutup atau membunuh lapangan kerja yang sudah jalan bertahun – tahun.

“Ini bukan membuka lapangan kerja namanya, tapi membunuh lapangan kerja yang sudah ada. Masa pemerintah tidak peka melihat ini,” cibirnya.

Untuk itu, Endi mewakili peternak lain meminta agar Pemerintah Kota Bima melalui dinas terkait untuk menghentikan program gagal ini. Jika dibiarkan, pemerintah sama halnya menciptakan derita baru bagi peternak yang sudah menderita karena dampak pandemi Covid-19.

Di tempat yang sama, Om Dino mewakili peternak Kabupaten Bima berkesempatan hadir mengaku, bisnis AKS mereka 80 persen pasarnya berada di Kota Bima. Selebihnya, hanya tersebar di Kabupaten Bima.

Tahun lalu saja, akibat bantuan bibit AKS terang Om Dino, mereka merugi. Sebab, harga jual saat panen bibit bantuan tersebut di pasar berkisar Rp 25 – Rp 30 ribu per ekor.

“Keinginan kami juga, kalau bisa program ini dihentikan saja,” inginnya.

Selain itu, Syafruddin salah seorang yang hadir juga mengungkapkan, imbas dari program ini tidak hanya bagi peternak. Tapi juga untuk penjual DOC dan pakan.

“Penerima manfaat bantuan itu dapat gratis DOC dan pakan sampai panen. Sementara penjual rugi,” tuturnya.

Menjawab keluhan sejumlah peternak itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima Sulistiyanto menjelaskan, pihaknya di dinas menjalankan program ini untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan asas keadilan. Apalagi saat ini hidup di tengah Pandemi.

“Jadi dinas hanya ingin membantu, karena masyarakat juga punya keinginan yang sama,” jelasnya.

Ia mengutarakan, bantuan bibit AKS di tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya. Jika tahun lalu untuk 100 kelompok, maka tahun 2021 ini hanya diberikan kepada 25 kelompok. Satu kelompok mendapat 650 ekor bibit.

“Proses penyaluran dilakukan 2 tahap. Penyalurannya baru tahap pertama yakni untuk 8 kelompok. Sisanya akan disalurkan dalam waktu dekat,” ujar Sulistiyanto.

Disinggung kenapa berkurang alokasi sasaran bantuan? dia menjawab bahwa memang tahun 2021 betul-betul diseleksi sasaran penerima manfaat. Karena sesungguhnya, program ini tidak semuanya gagal. Ada yang  hingga kini masih berlanjut.

“Tapi dari pengalaman tahun sebelumnya, sudah menjadi bahan evaluasi kami untuk penyaluran bibit AKS untuk tahun ini,” tuturnya.

Mengenai kekhawatiran para peternak mandiri, Sulistiyanto berjanji akan mengantensi serius, terutama soal pasar. Demikian juga akan mengontrol penjualan saat panen nanti, agar tidak dijual dengan harga yang sangat murah. Melainkan harga yang disepakati dengan asosiasi peternak.

“Makanya asosiasi peternak AKS ini penting untuk dihidupkan lagi, agar ada andil dan ambil bagian bersama dengan pemerintah mengatur semua ini,” katanya.

ujar Sulistiyanto menambahkan, keinginan para peternak agar menghentikan program ini, tidak bisa dilakukan olehnya. Kendati demikian, keresahan ini juga akan menjadi perhatian serius mereka untuk dicarikan jalan keluarnya.

“Biar semua sama – sama enak,” tambahnya.

*Kahaba-01