oleh

Apa Kabar Rencana Pendirian Kampus IAIN Bima, Begini Penjelasan Walikota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Tahun ini Pemerintah Kota Bima masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut dengan Kementrian, terkait rencana pendirian Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bima. Pilihan lahan untuk kampus tersebut berpotensi di Kelurahan Rabadompu Timur.

Apa Kabar Rencana Pendirian Kampus IAIN Bima, Begini Penjelasan Walikota Bima
Walikota Bima HM Lutfi saat diwawancara wartawan di Kantin Pemkot Bima Foto: Bin

Walikota Bima HM Lutfi saat ditanyakan soal progres pendirian IAIN di Bima menjelaskan, untuk lahannya disediakan di 2 tempat. Pertama di Kelurahan Sambinae, kemudian kedua lahan milik negara di Kelurahan Rabadompu Timur.

“Lahan di Rabadompu Timur itu milik negara hampir 200 Hektar, lokasinya sebelah Jembatan Kumbe. Di sana lebih bagus, karena dekat dengan jalan negara. Jadi kita akan optimalkan di sana,” jelasnya, Rabu (8/9).

Kata Lutfi, lahan di Sambinae bukan tidak jadi, tapi potensinya memang lebih bagus kampus IAIN Bima didirikan di Rabadompu Timur. Karena lokasinya di sana lebih strategis. Lahan di Rabadompu Timur tersebut juga merupakan aset Kementrian Kehutanan. Artinya tidak perlu dikeluarkan anggaran untuk pembebasan lahan.

“Jadi untuk rencana didirikan di arena pacuan kuda Kelurahan Sambinae juga tidak jadi,” katanya.

Ditanya sudah berapa anggaran Pemerintah Kota Bima yang dialokasikan untuk proses pendirian IAIN ini? Lutfi menjawab belum ada.

“Belum disediakan anggaran dari Pemerintah Kota Bima, karena belum cukup, jadi belum disediakan,” katanya.

Disinggung kenapa tidak ada penerimaan mahasiswa baru tahun 2021, padahal di awalnya berencana proses perkuliahan memakai kelas di SMPN 1 Kota Bima, Walikota menjawab pendaftaran tahun ini belum jadi dibuka.

“Kan pendaftarannya juga sudah lewat. Rencana memakai dulu SMPN 1 Kota Bima juga untuk tahun – tahun mendatang,” pungkasnya.

Kendati demikian sambungnya, tahun depan akan diusahakan untuk penerimaan mahasiswa baru, dan juga kita usahakan ada alokasi anggaran dari pemerintah daerah. Karena sesungguhnya, IAIN ini bukan hanya milik Kota Bima, tapi milik masyarakat Bima.

“Jadi nanti diminta juga tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Bima,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru