oleh

Menuju Peternak Unggas Handal dan Mandiri, Sipegas Gelar Kegiatan Pemilihan Pengurus 2021-2024

Kota Bima, Kahaba.- Asosiasi Pegiat Unggas (Sipegas) Kota Bima menggelar kegiatan pemilihan pengurus periode tahun 2021 – 2024, di Aula SMKN 3 Kota Bima, Sabtu (11/9). Kegiatan dimaksud bjuga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Ketua STIE Bima dan puluhan peternak dan mitra.

Kegiatan Pemilihan Ketua Sipegas Periode 2021 – 2024 di SMKN 3 Kota Bima. Foto: Bin

Ketua panitia kegiatan Muhammad Iradad menjelaskan, tujuan kegiatan untuk peremajaan pengurus Sipegas, agar asosiasi ini ke depan bisa berfungsi lebih baik.

“Pada akhirnya kami berharap keberadaan Sipegas benar – benar mampu berperan esuai tema kegiatan yakni membentuk peternak modern, handal dan mandiri untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah,” harap Iradad.

Pada kesempatan itu, dirinya mengungkapkan ada beragam problem yang dihadapi peternak. Terutama soal pasar akibat maraknya ayam Karkas yang masuk dan diduga ilegal.

“Dengan semangat pengurus baru ini, lahir harapan besar agar Sipegas bisa berperan aktif agar iklim pasar unggas di Kota Bima sehat dan tidak merugikan peternak,” inginnya.

Ketua Sipegas Kota Bima Periode 2020-2022 H Fatrizal saat sambutan menjelaskan, sejarah Sipegas dibentuk tahun 2020. Berawal dari sejumlah problem peternak yang dihadapi setiap tahun dan belum terurai dengan baik. Akhirnya dibentuk asosiasi yang bisa menghimpun problem seluruh peternak di Kota Bima dan mendorong lahir solusi yang nantinya bisa mensejahterakan peternak.

“Sipegas Kota Bima akhirnya dilantik oleh Walikota Bima,” ujarnya.

Fatrizal juga mengungkapkan, terdapat sejumlah masalah yang dihadapi peternak. Seperti masalah DOC, kemudian mahalnya harga pakan dan sulitnya pemasaran. Adanya problem itu, sangat diharapkan dengan pengurus Sipegas yang baru bisa mencarikan solusi terkait masalah dimaksud.

“Kepada pemerintah melalui dinas terkait kami berharap agar bisa mengatensi masalah peternak,” harapnya.

Selain itu, dirinya juga menyoal kebijakan yang diambil Pemkot Bima memberikan lagi bantuan bibit AKS. Meski itu niat baik, tapi endingnya bisa menghancurkan peternak mandiri. Maka perlu dikaji kembali pengadaan bantuan tersebut. Pasalnya, adanya bantuan itu membuat harga ayam anjlok, karena pemerintah tidak ikut memikirkan pemasarannya.

“Perlu kami sampaikan bjuga, bahwa kelompok kami juga menerima bantuan itu. Bukan atas nama Sipegas. Namun ini juga tetap menjadi perhatian serius pemerintah,” tuturnya.

Fatrizal juga menginginkan agar Sipegas yang baru untuk meningkatkan koordinasi, terutama kepada dinas terkait. Sekiranya pemerintah juga saat berurusan dengan peternak, bisa melibatkan Sipegas. Sehingga kebijakan yang diambil tidak berdampak buruk untuk peternak yang lain.

Di tempat yang sama, Ketua STIE Bima Firdaus mengapresiasi semangat peternak di Kota Bima. Keberadaan asosiasi ini tentu akan sangat bermanfaat untuk perkembangan sektor peternakan ke arah yang lebih baik.

“Saya yakin Sipegas tidak akan jalan sendiri, tapi harus berjalan dengan mitra. STIE Bima juga siap bermitra dengan Sipegas,” terangnya.

Firdaus menjelaskan, pihaknya tertarik melihat perkembangan Sektor peternakan di Bima. Bahkan dirinya mendorong agar DOC yang sudah mulai berproduksi di Kota Bima, dikembangkan.

“Perlu diketahui, Gubernur NTB menargetkan produk olahan berkembang di NTB sebanyak 40 persen. Sementara, di Kota Bima sendiri, produk olahan sudah mencapai 10 persen, dan itu lebih banyak pada olahan ayam,” ungkapnya.

Terhadap dibentuknya Sipegas ini, dirinya memantau memang beberapa tahun terakir banyak ayam dari luar yang masuk, kemudian diolah oleh pedagang. Tentu saja ini hanya menguntungkan pedagang, tapi mengabaikan kepentingan peternak.

“Pada akhirnya dengan ada Sipegas ini, kami berharap peternak di Kota Bima bisa survive ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Bima Sulistiyanto menguraikan, memang menjadi tugas pemerintah untuk memperhatikan kepentingan peternak. Sejumlah masalah yang disampaikan peternak juga akan menjadi atensi untuk ditindaklanjuti.

Terkait bantuan pemerintah mengenai bibit AKS, memang salah satu jargon Walikota untuk menciptakan 10 ribu lapangan pekerjaan. Kendati tidak dipungkiri pada tahun pertama memang banyak kegagalan, tapi dirinya yakin pada tahun kedua kegagalan bisa diminimalisir.

“Keberadaan bantuan ini juga tidak akan terlalu berdampak pada peternak mandiri. Karena kita juga harus memberikan kesempatan untuk warga yang lain untuk menjadi peternak,” pungkasnya.

Pemerintah juga tambah kepala dinas, prorgam ke depan akan membuat Kampung Unggas. Dengan harapan, bisa lebih mensejahterakan para peternak.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru