oleh

Ayam Karkas Ilegal Beredar di Kota Bima, Diragukan Kehalalannya

Kota Bima, Kahaba.- Asosiasi Pengusaha Unggas (Sipegas) Kota Bima menyatakan ‘perang’ melawan ayam karkas beku ilegal yang leluasa masuk di Kota Bima tanpa izin dan label resmi. Pernyataan itu sekaligus mengonfirmasi keberadaan Sipegas yang akan tak ingin para peternak unggas gulung tikar lantaran penyelundupan ayam karkas dengan berbagai cara oleh sejumlah oknum.

Ayam Karkas Ilegal Beredar di Kota Bima, Diragukan Kehalalannya
Pengurus Sipegas Kota Bima saat membahas persiapan unggas yang menemui problem. Foto: Bin

Saat pertemuan membahas sejumlah program kerja dan rencana pelantikan pengurus Sipegas Kota Bima periode 2021 – 2024 Kamis malam kemarin di Kelurahan Sambinae, soal ayam karkas menjadi pembahasan hangat para peternak. Bagaimana tidak, jika musim panen tiba sangat berdampak sekali bagi peternak lokal.

“Ini masalah klasik yang terjadi setiap tahun, tapi tidak ada solusi yang konkrit. Kami juga kesulitan menemui kabar dan informasi terkait masuknya ayak karkas jenis Broiler maupun Ayam Kampung Super (AKS) dari luar daerah,” terang Syaiful, peternak senior di Kota Bima.

Namun dengan adanya pengurus baru Sipegas ini, ia pun menitip harapan agar petenak muda bisa menyelesaikan urusan ini. Sehingga saat panen, ayam peternak lokal bisa terserap pasar.

“Selama ini kan ayam karkas selalu menjatuhkan harga panen lokal,” ungkap peternak asal Kelurahan Rabangodu itu.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Fadli. Pemuda yang sudah lebih dari 5 tahun beternak AKS itu menginginkan ada keseriusan Sipegas menghentikan masuknya ayam karkas di Kota Bima. Bila perlu, meningkatkan koordinasi dengan dinas terkait, Pol PP dan pihak aparat kepolisian, agar ayam karkas ilegal itu tidak beredar di Kota Bima.

“Perlu kerjasama lintas sektor,” katanya.

Peternak asal Kelurahan Rontu itu juga mengungkapkan sejumlah dugaannya pada kualitas dan halalnya ayam karkas. Karena yang diketahuinya, ayam mati itu sudah lama dibekukan dan mempengaruhi kualitas proteinnya.

“Bisa saja ayam karkas itu disembelih tidak menggunakan adab dan cara yang benar menurut agama. Sementara kita di Kota Bima tahunya hanya konsumsi,” ungkapnya.

Kondisi ayam karkas yang diketahuinya, berdasarkan pengakuan konsumen, berasa hambar dan berbau obat-obatan. Ini membuktikan jika kualitasnya sangat diragukan. Bahkan pada bagian tertentu seperti pada tulang, acapkali ditemukan berwarna hitam.

Terhadap persoalan ayam karkas yang mengemuka pada pertemuan itu, Ketua Sipegas Kota Bima Ending Suryawan menegaskan, pada kepengurusan asosiasi kali ini akan mengatensi serius persoalan tersebut.

Dirinya pun berharap dukungan dari semua anggota Sipegas, agar bisa bersamanya memberantas masuknya ayam karkas ilegal di Kota Bima.

“Soalnya ayam karkas ilegal yang liar masuk di daerah kita ini membawa dampak signifikan bagi peternak,” tuturnya menimpali.

Sebagai bentuk keseriusan Sipegas kali ini tambahnya, sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kota Bima dan Pol PP Kota Bima. Lebih lanjut, asosiasi akan mengagendakan pertemuan dengan pihak kepolisian.

“Sebagai hasil pembahasan malam ini, kita harus mulai kampanyekan jika ayam karkas ilegal tidak halal untuk dikonsumsi oleh masyarakat Kota Bima,” tegasnya.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru