oleh

Pelatihan Tim Teknis Asesmen Nasional se-Kecamatan Raba Digelar

Kota Bima, Kahaba.- Menindaklanjuti kegiatan pelatihan tenaga teknis asesmen nasional yang dilaksanakan Dinas Dikbud Provinsi NTB tanggal 7-8 September 2021 di Kota Mataram, jajaran K3S se-Kecamatan Raba melaksanakan kegiatan serupa yang dipusatkan di SDN 49 Kota Bima, Sabtu (25/9).

Pelatihan Tim Teknis Asesmen Nasional se-Kecamatan Raba Digelar
Pelatihan Tim Teknis Asesmen Nasional Tenaga Pendidik Tingkat SDMI se-Kecamatan Raba. Foto: Eric

Agenda yang dilaksanakan selama sehari tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Dikbud Kota Bima Taufikurahman, Kabid Dikdas M Ali, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Raba Suhardin, Kepala SDN 49 Kota Bima Mujadid serta perwakilan 20 operator sekolah dari seluruh SD dan MI.

Sekretaris Dinas Dikbud Kota Bima Taufikurahman menyampaikan, asesmen nasional merupakan program penilaian terhadap mutu sekolah, madrasah dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Sehingga sangat penting dilaksanakan untuk mengetahui mutu satuan pendidikan.

“Asesmen ini dinilai berdasarkan hasil belajar murid, literasi, pembentukan karakter serta kualitas iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran,” jelasnya.

Menurut Taufik, pemerintah pusat merancang kegiatan asesmen ini untuk menghasilkan informasi akurat tentang pelaksanaan program belajar. Di antaranya kualitas belajar dan mengajar yang pada intinya untuk mengetahui hasil belajar murid.

“Asesmen bertujuan untuk pengembangan kompetensi dan karakter murid, kemudian memberi gambaran tentang karakteristik sebuah satuan pendidikan yang efektif, untuk perbaikan mutu pembelajaran,” katanya.

Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Raba Suhardin menambahkan, asesmen nasional dirancang sebagai pengganti ujian nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Ada 3 bagian dalam asesmen nasional yang diujikan, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yakni mengukur capaian literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif. Kemudian survei karakter, yaitu mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nlai sebagai hasil belajar non kognitif serta survei lingkungan belajar untuk mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

“Semoga seluruh peserta pelatihan yang hadir bisa memanfaatkan waktu dengan baik, sehingga bisa memahami dan dapat mengaplikasikan pada program kegiatan,” harapnya.

*Kahaba-04


Kabar Terbaru