oleh

Karang Taruna Tagih Janji Anggaran Rp 10 Juta, Walikota Didesak Copot Kepala Bappeda

Kota Bima, Kahaba.- Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kota Bima kini menagih janji Pemerintah Kota Bima melalui Kepala Bappeda dan Litbang, kaitan alokasi anggaran sebesar Rp 10 juta untuk masing – masing karang taruna kelurahan.

Karang Taruna Tagih Janji Anggaran Rp 10 Juta, Walikota Didesak Copot Kepala Bappeda
Pengurus FPKT Kota Bima dan Kecamatan saat pertemuan membahas langkah aksi besar – besaran di Kantor Bappeda dan Litbang. Foto: Deno

Namun faktanya, hingga kini janji anggaran tersebut hanya isapan jempol semata. Pasalnya, hingga saat ini belum ada tanda – tanda ada pencairan di 41 karang taruna.

Sekretaris FPKT Kota Bima Mardiansyah mengungkapkan, saat pertemuan ketua karang taruna se-Kota Bima dengan Walikota Bima, Kepala Bappeda dan Litbang, para lurah dan camat akhir bulan 2020 lalu. Walikota Bima meminta agar Bapedda mengalokasikan anggaran untuk tiap karang taruna sebesar Rp 10 juta di RKA dana kelurahan setiap tahun.

Permintaan Walikota itu pun disetujui oleh Kepala Bapedda dan Litbang saat itu. Namun realisasi hingga sekarang tidak ada. Sehingga semua kegiatan kepemudaan terhambat dan hampir tidak ada yang terlaksana, karena terbentur tidak adanya anggaran.

“Kami merasa Kepala Bapedda dan Litbang itu sudah ingkar janji, anggaran Rp 10 juta itu hanya bualan semata,” sesalnya, Rabu (29/9).

Untuk menindaklanjuti persoalan itu, seluruh ketua karang taruna se-Kota Bima akan mengambil sikap untuk melakukan aksi besar-besaran di Kantor Bapedda dan Litbang Kota Bima.

“Jika anggaran untuk kegiatan pemuda di kelurahan itu tidak juga dicairkan dalam waktu dekat, Kepala Bapedda dan Litbang itu harus segera diganti, karena telah mengabaikan perintah Walikota Bima,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Mpunda Abdul Haris dan Ketua Karang Taruna Kelurahan Monggonao Dae Chan. Mereka kecewa dengan sikap Kepala Bappeda dan Litbang yang tidak ingin merespon dengan baik intruksi Walikota Bima itu.

“Kami juga merasa dibohongi,” ungkap mereka.

Kahaba-05

Kabar Terbaru