oleh

Dinilai tidak Punya Etika Bermedsos, Oknum Guru Dipanggil Dikbud

Kota Bima, Kahaba.- Status Facebook (FB) Mahyudin Mas’ud menuai persoalan dan polemik lingkup Pemerintah Kota Bima, karena dinilai melanggar etika seorang guru dan bisa membuat gaduh iklim kerja pemerintah.

Dinilai tidak Punya Etika Bermedsos, Oknum Guru Dipanggil Dikbud
Sejumlah status oknum guru SDN 31 yang dinilai tidak beretika. Foto: Ist

Dalam status tersebut, termuat beberapa kali kalimat pernyataan menggunakan Bahasa Bima dan meminta Tunjangan Kinerja (Tukin) serta Tambahan Penghasilan (Tamsil) untuk guru. Status tersebut juga mengeluhkan kondisinya dan menyeret jabatan kepala daerah.

Selain status tersebut, juga banyak status lain yang bersifat mengeluhkan dan menyorot kenapa tukin belum dibayarkan, sehingga membuat beragam komentar dari sejumlah netizen dan sesama profesi.

Karena dinilai melanggar etika seorang ASN dan guru dalam berinteraksi di medsos, akhirnya Dinas Dikbud Kota Bima memanggil guru tersebut untuk dimintai keterangan.

“Kami sudah memanggil Mahyudin Mas’ud, langsung dimintai keterangan dan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” ujar Kepala Dinas Dikbud Kota Bima H Supratman, Jumat (8/10).

Terhadap tindakan berupa status di medsos tersebut, Supratman menilai Mahyudin Mas’ud telah melanggar etika baik sebagai ASN dan menciderai profesi guru. Karena seharusnya lebih mengedapankan sikap bijak, dan memiliki wawasan luas dalam bersikap.

“Mahyudin Mas’ud ini tidak memiliki etika, soal Tukin tidak perlu berkoar di medsos. Karena bisa langsung mendatangi kantor dinas untuk berdiskusi dan atau bisa menyampaikan surat secara resmi,” ujarnya.

Atas tindakan tersebut, setelah di BAP secepatnya akan disampaikan ke BKPSDM untuk ditindaklanjuti. Agar bisa diproses.

“Semoga dengan kejadian ini, guru ataupun ASN bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” tandasnya.

Sementara itu, Guru SDN 31 Kota Bima Mahyudin Mas’ud yang dikonfirmasi mengakui bahwa itu adalah status FB nya yang meminta kejelasan tentang Tukin. Tapi setelah panggil dan dijelaskan oleh pihak Dikbud akhirnya mengerti.

“Status itu memang ditulis oleh saya, dan oleh karena itu saya keliru dan tidak akan mengulanginya lagi,” sesalnya.

*Kahaba-04

Kabar Terbaru