oleh

Pengadaan Misterius Mesin Jahit, H Ahmad: Saya Masih Sibuk Urusan Kedinasan

Kota Bima, Kahaba.- Proyek pengadaan mesin jahit senilai Rp 800 juta lebih di DPPPA Kota Bima, menuai masalah. Pasalnya, selain barang yang tidak sesuai spesifikasi, siapa orang yang menjadi pelaku pengadaan proyek itu pun masih jadi misteri. (Baca. Pengadaan Mesin Jahit di DPPPA tidak Sesuai Spesifikasi, PPK Tolak Tanda Tangan)

Pengadaan Misterius Mesin Jahit, H Ahmad: Saya Masih Sibuk Urusan Kedinasan - Kabar Harian Bima
Asisten ii setda kota bima yang berusaha ditemui di ruangannya tidak berada di tempat. Foto: bin

Direktur CV Imanul Yaqin A Gani selaku pemenang tender pengadaan mesin jahit saja, tidak tahu – menahu siapa yang membeli dan membawa barang pengadaan tahun anggaran 2021 tersebut. Dirinya hanya diminta untuk mengajukan bahan agar mengikuti tender proyek dimaksud. (Baca. Proyek Bermasalah di DPPPA, Pemenang Tender tidak Tahu Pembeli Mesin Jahit



Anehnya, meski sudah ditetapkan sebagai pemenang tender, CV Imanul Yaqin tidak dilibatkan untuk urusan pengadaan dimaksud. Alhasil, mesin jahit yang sudah dibeli dan belum dibagikan itu masih tersimpan di Gudang Lama – Lam, karena pemenang tender tidak bisa menerima hasil pengadaan itu.

Demikian juga dengan Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) proyek pengadaan itu, hingga kini memilih tidak ingin menandatanganinya. Karena tidak mau nanti akan berdampak hukum.

Lantas siapa orang dibalik proyek pengadaan mesin jahit tidak sesuai spesifikasi itu? Mantan Kepala DPPPA Kota Bima H Ahmad yang terus berusaha ditemui dan dihubungi media ini, belum memberikan jawaban.

Sudah 2 hari media ini mendatangi tempat kerjanya di ruangan Asisten II, namun tidak berada di ruangan.

Sementara ketika dihubungi via celuller, H Ahmad beralasan masih sibuk dengan urusan kedinasan.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru