Tim Peneliti STISIP Mbojo Bima Helat Focus Group Discussion

Kabar Kota Bima46 Dilihat

Kota Bima, Kahaba.- Tim peneliti Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Model Pengembangan Ekonomi Kreatif Dalam Mengakselerasi Percepatan Pembangunan Pariwisata Dalam Kawasan sape, Komodo dan Sangiang (SAKOSA) di Kabupaten Bima”. Kegiatan FGD dilaksanakan di aula STISIP Mbojo Bima, Rabu kemarin.

Tim Peneliti STISIP Mbojo Bima Helat Focus Group Discussion - Kabar Harian Bima
Focus Group Discussion yang dilaksanakan Tim Peneliti STISIP Mbojo Bima. Foto: Deno

Kegiatan FGD ini juga dihadiri oleh pembahas dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima dan Tim Bappeda Kabupaten Bima. Dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Tim dari Bappeda Kabupaten Bima membahas tentang kebijakan pengembangan pariwisata kabupaten Bima serta berbagai program pengembangan yang telah direncanakan dan telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bima.



Ketua tim peneliti Tauhid memaparkan konsep pengembangan ekonomi kreatif dalam mengakselerasi percepatan pembangunan pariwisata, dalam kawasan Sakosa di Kabupaten Bima yang menjadi hasil penelitian yang telah dilakukan.

Menurutya, kawasan Timur Kabupaten Bima memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Potensi pengembangan pariwisata terutama wisata alam pantai memiliki potensi tersendiri yang cukup menarik sebagai Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) dan hasil laut yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi berupa ikan kerapu, ikan cumi dan ikan tuna yang pemasarannya sampai ke Bali dan Jawa bahkan di ekspor ke Mancanegara terutama Jepang dan Amerika.

Baca:   Punya Berbagai Keunggulan, STISIP Mbojo Bima Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

“Namun keindahan alam di kawasan pantai dan potensi hasil laut yang tinggi sampai sekarang Pemerintah Kabupaten Bima belum menjadi perhatian yang serius dalam hal penataan kawasan, penataan infrastruktur, promosi wisata maupun penyediaan transportasi jalan dengan baik,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif di Wilayah Timur Kabupaten Bima memiliki nilai yang strategis, seiring dengan pembangunan industri pariwisata yang menjadi barometer pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Kabupaten dengan memberikan peluang bagi penduduk setempat untuk mendapatkan penghasilan alternatif dengan menjadi pemandu wisata, porter, membuka homestay, pondok ekowisata (ecolodge), warung dan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan ekowisata, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka atau meningkatkan kualitas hidup penduduk lokal, baik secara materiil, spiritual, kultural maupun intelektual.

Baca:   Ngaku Aktivis 98, Walikota Bima Dituding Anti Kritik

“Kebijakan pengembangan kawasan strategi dalam kerangka Sakosa (Sape, Komodo dan Sangiang) untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan industry pariwisata dan industry kreatif di Kabupaten Bima, sehingga berdampak pada 3 pilar utama yaitu alam yang lestari, lestari seni-budaya lokal dan peningkatan keberkahan ekonomi lokal,” katanya penuh semangat.

Kegiatan FGD ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang bertujuan untuk menghimpun berbagai masukan dari berbagai stakeholders pariwisata Kabupaten Bima, sehingga dapat menghasilkan model pengembangan ekonomi kreatif dalam mengakselerasi percepatan pembangunan pariwisata dalam kawasan Sakosa.

Maka dalam kegiatan ini sambungnya, berbagai stakeholders pariwisata Kabupaten Bima diundang, seperti Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Bappeda Kabupate Bima, camat dan kepala desa yang berada dalam kawasan Sakosa, Kelompok Sadar Wisata yang berada dalam kawasan Sakosa, Kadin Kabupaten Bima, Hipmi Kabupaten Bima, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bima, Pelaku pariwisata Bima bahkan beberapa pimpinan Perguruan Tinggi di Bima hadir dalam kegiatan FGD ini seperti Ketua STIE Bima dan Ketua STIPAR Soromandi Bima.

Baca:   Gencarkan Promosi, Disparpora Kota Bima Launching Chanel Promosi Digital

Adapun Tim Peneliti STISIP Mbojo Bima yang terdiri dari Tauhid, Adi Hidayat Argubi, Dwi Arini Nursansiwi, dan Jasman, telah mengumpulkan berbagai data primer dan sekunder untuk mendukung rumusan model pengembangan ekonomi kreatif mengakselerasi percepatan pembangunan pariwisata dalam kawasan Sakosa.

Kegiatan survey juga dilakukan untuk melakukan identifikasi dan pemetaan potensi pariwisata di kawasan Sakosa, serta ekonomi kreatif yang tumbuh di tiap-tiap destinasi wisata sehingga dari berbagai tahapan kegiatan dapat tercapai tujuan umum (jangka panjang) penelitian, yaitu terbentuknya  kawasan yang menjadi pusat pengembangan destinasi pariwisata nasional dan dunia serta tujuan khusus penelitian,yaitu diperolehnya model pengembangan ekonomi kreatif dalam kawasan destinasi pariwisata di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan kontribusi nyata STISIP Mbojo Bima bagi pengembangan pariwisata daerah dalam bidang penelitian.

*Kahaba-05


Komentar