oleh

3 Hari Gotong-Royong, Ini Rekomendasi FPRB Mbojo Matenggo untuk Gubernur dan Walikota

Kota Bima, Kahaba.- Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Mbojo Matenggo Kota Bima sudah menggagas kegiatan gotong royong selama 3 hari. Berhari-hari berurusan dengan material banjir, forum memiliki sejumlah catatan dan rekomendasi yang sangat penting ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Bima dan Provinsi NTB.

3 Hari Gotong-Royong, Ini Rekomendasi FPRB Mbojo Matenggo untuk Gubernur dan Walikota - Kabar Harian Bima
Sejumlah foto kegiatan gotong-royong FPRB Mbojo Matenggo selama 3 hari. Foto: Bin

Ketua FPRB Mbojo Matenggo Kota Bima Syamsurih menyebutkan, sejumlah kelurahan yang sudah dilaksanakan kegiatan gotong-royong diawali di Kelurahan Ntobo, kemudian berlanjut di Kelurahan Oi Mbo, Kelurahan Rontu dan Kelurahan Panggi. Lalu hari ini Minggu pagi, gotong-royong di Kelurahan Penanae dan Jatibaru.



“Masyarakat antusias mengikuti kegiatan gotong-royong. Para camat dan lurah juga menggerakan masyarakat untuk bisa berpartisipasi,” ungkapnya.

Namun dibalik kegiatan ini sambung Syamsurih, terdapat beberapa kendala dan tantangan yang menjadi rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah. Baik itu Pemerintah Kota Bima maupun Pemerintah Provinsi NTB.

Baca:   Cegah DBD, Pemdes Cenggu Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Seperti, saat gotong-royong di Ntobo ada jembatan lingkungan yang putus, di Kelurahan Oi Mbo dan ada 2 jalan negara yang harus dicrossing atau dipotong untuk pemecahan air. Demikian juga di Kelurahan Rontu, ada di Jalan Negara, Jatibaru di Cabang Soncolela, perlu dicrossing.

Kemudian di Kelurahan Penanae, ada tiang tengah jembatan di Jalan Kota sehingga direkomendasikan untuk diganti. Pun demikian jembatan lingkungan di Penanae nyaris rubuh.

Selanjutnya di Kelurahan Dara, FPRB ini bersifat penggerak, sisi kekurangannya yakni alat berat, seperti yang dibutuhkan eksavator minj 2, loder mini 2,0agar mampu bekerja di 41 kelurahan,

Baca:   BBGRM di Wawo, Bupati Ajak Warga Giatkan Budaya Gotong Royong

Dari semua yang disebutkan itu, terdapat tantangan yang menghambat kegiatan gotong-royong. Pertama forum kesulitan alat berat untuk membantu dan melancarkan kegiatan. Sementara alat berat yang dimiliki pemerintah, tidak cukup memenuhi kebutuhan gotong-royong.

3 Hari Gotong-Royong, Ini Rekomendasi FPRB Mbojo Matenggo untuk Gubernur dan Walikota - Kabar Harian Bima
Foto bersama Ketua Mbojo Matenggo Kota Bima Syamsurih, Ketua Harian Anwar Arman dan Sekretaris Taufikurrahman. Foto: Bin

“Seperti loder mini di DLH, juga dilaksanakan kegiatan rutin dinas terkait. Sementara kita di forum juga sangat membutuhkan untuk lancarnya kegiatan,” beber Syamsurih.

Maka untuk itu, ia sangat mengharapkan kepada Gubernur NTB dan Walikota untuk membantu kinerja FPRB ini dengan menyediakan alat berat, guna lancarnya inisiasi kegiatan gotong-royong tersebut.

“Perlu kiranya ini jadi perhatian Gubernur dan Walikota Bima. Agar kegiatan gotong-royong ini bisa berjalan maksimal,” pungkasnya.

Baca:   Pasca Insiden, SKPD Lingkup Pemkab Bima Adakan Bakti Sosial di Godo

Di tempat yang sama, gotong-royong ini akan terus dilaksanakan hingga tahun 2022. Jadwal berikutnya, akan diatur kembali hingga menjelang digelarnya Lomba Kelurahan Tangguh dengan indikator penilaian yang sedang dirancang.

“Nanti Lomba Kelurahan Tangguh dengan total hadiah 50 juta,” sebutnya.

Anwar Arman menambahkan, melalui kesempatan ini mewakili FPRB Mbojo Matenggo menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang ikut membantu lancarnya kegiatan gotong-royong. Para camat dan lurah, Kepala UPT BPMKP Rizal Afriansyah dan Kepala DLH Kota Bima Syarif Rustaman yang selaku berkesempatan hadir membantu dengan menyediakan armada.

“Sekali lagi kami sampaikan ucapan terima kasih untuk bantuan dan perhatiannya,” tambah Anwar Arman.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.