oleh

Isi SK, Direktur Perumda Diganti karena tidak Cakap, Rangga: Pergantiannya Sangat Politis

-Kabar Kota Bima-Dibaca 2.556 kali

Kota Bima, Kahaba.- Rangga Babuju menjelaskan panjang lebar soal pergantian dirinya dari Direktur Perumda Bima Aneka, digantikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima H Ahmad sebagai pelaksana tugas. (Baca. H Ahmad Ditunjuk Plt Direktur Perumda Bima Aneka, Gantikan Rangga Babuju)

Isi Sk, Direktur Perumda Diganti Karena Tidak Cakap, Rangga: Pergantiannya Sangat Politis - Kabar Harian Bima
Direktur perumda bima aneka kota bima julhadin. Foto: facebook rangga babuju

Kepada media ini Rangga mengungkapkan, rumor pergantian itu sudah dari sejak November akhir tahun 2021. Itu terbaca waktu rapat evaluasi dari hasil temuan dewan pengawas. Kemudian hasil temuan itu pun sudah diselesaikan, dijawab dan dituntaskan pada 2 bulan sebelumnya.



“Karena temuan itu pada bulan Agustus 2021, jadi sudah kita benahi pada September, November itu sudah ada rumor soal pergantian. Jadi saya pikir Desember awal atau akhir, surat pergantian itu keluar,” katanya, Minggu malam (9/1).

Saat ini diakui Rangga, dirinya masih di Mataram, kebetulan ada kegiatan berkaitan dengan kerjasama produk kopi Perumda Bima Aneka dengan Motor GP, untuk jadi kopi resmi para tamu di Pemprov NTB.

“Saya sudah dikirimkan isi SK-nya, tapi mungkin fisik SK ada di kantor,” ujarnya.

Mengenai pergantian itu, menurut dia, sudah bukan hal yang mengagetkan. Karena di perusahaan pergantian komisaris dan direksi itu hal yang lumrah. Sementara jika dilihat dari isi SK tersebut, karena pihaknya dinilai tidak cakap dalam pelaporan adminstrasi keuangan pada semester 1, artinya mulai Januari – Juli 2021.

“Jadi bukan persoalan hilang uang atau apa, hanya pelaporan yang memang jadi atensi,” beber Rangga.

Berkaitan dengan SPJ, karena rumor pergantian itu di November Akhir sambungnya, selama Desember 2021 dirinya sudah benahi semua administrasi dan pelaporan-pelaporan, semua sudah disusun.

Rangga juga mengungkapkan, selama dirinya menakhodai Perumda tersebut, ada sekitar 600 juta laba atau keuntungan, karena pada tahun 2021 pihaknya baru jalan di per 1 Juni, karyawan-karyawan juga sudah mulai aktif bekerja.

“Jadi ada juga bahan baku yang tidak terpakai dan dirupiahkan dengan nilai sekian, belum ditambah investasi dan lain sebagainya,” terang pria gondrong itu.

Untuk tahun 2022 diakuinya, memang Pemerintah Kota Bima tidak menganggarkan penyertaan modal untuk Perumda Bima Aneka, karena keuangan daerah yang tidak cukup. Kemudian jika dilihat mengenai pergantian ini, hanya dirinya saja, yang lai ia tidak tahu apakah diganti atau tidak.

“Dewan Pengawas tidak diganti, struktur di sana juga tetap,” tuturnya.

Mengenai ini, yang penting bagi dirinya adalah sudah berbuat, sistemnya juga sudah dibangun sedemikian rupa, tinggal siapapun yang baru melanjutkan saja. Karena jika merubah sistem akan merubah segalanya, SOP, teknis dan lain-lain.

Hanya saja yang menjadi masalah lanjut Rangga, bisnis ini yang paling diutamakan adalah kepercayaan. Kekhawatirannya ketika perubahan ini terjadi secara politis, berdampak pada kepercayaan pada konsumen dan kerjasama.

“Kalau dilihat secara politis soal pergantian ini, saya lihat sangat politis. Namun Perumda Aneka Bima juga tidak semata – mata dilihat secara politis, tapi harus dilihat secara kinerja. Makanya saya tidak paham apakah Asisten ini sudah memahami cara kerja bisnis milenial atau tidak,” pungkasnya.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru