oleh

Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Bocah di Kota Bima Dilarikan ke RSUD

Kota Bima, Kahaba.- Faniatun, warga Kelurahan Santi Kota Bima kini terbaring lemah dan dirawat di RSUD Kota Bima karena sakit ulu hati dan sering muntah, setelah sehari divaksin Covid-19. Bocah berusia 11 tahun itu, merupakan siswi kelas 6 di SDN 25 Kota Bima.

Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Bocah di Kota Bima Dilarikan ke RSUD - Kabar Harian Bima
Faniatun saat dirawat di RSUD Kota Bima. Foto: Deno

Selain ditemani orang tuanya, malam ini nampak hadir juga Lurah Santi, Ketua LPM Kelurahan Santi dan Ketua Tim Gerak Cepat (TGC) Kecamatan Mpunda mendampingi bocah tersebut.



Orang tua Faniatun, Urfan menyampaikan, sebelum divaksin kondisi anaknya baik-baik saja. Setelah divaksin kemarin di sekolah, anaknya masih dalam keadaan sehat. Namun mulai tadi sore, tepatnya selesai makan, anaknya muntah dan sakit di bagian ulu hati.

Baca:   Sidak di RSUD dan Puskesmas, Walikota Bima: Kalau tidak Kerja Maksimal, Saya Copot

Khawatir, ia pun membawa anaknya ke RSUD Kota Bima untuk diperiksa. Saat diberikan perawatan di ruang UGD, Faniatun tetap muntah.

“Mungkin anak saya seperti ini akibat reaksi vaksin kemarin,” katanya.

Sepekan sebelum divaksin kata Urfan, anaknya sempat berobat ke Puskesmas Mpunda, karena mengalami nyeri ulu hati. Hal itupun disampaikan ke Tim Vaksinasi sebelum disuntik. Namun setelah diperiksa kondisi tubuh anaknya oleh tim vaksin, anaknya dinyatakan memenuhi syarat untuk divaksin.

Baca:   PLN Bima Gelar Vaksinasi Merdeka, Bukti Perangi Penyebaran Covid-19

“Vaksin kemarin memang atas persetujuan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Imunisasi Vaksinasi Kecamatan Mpunda Puskesmas Mpunda Hj Eri Murniasi menjelaskan, jika 15 menit ada reaksi habis disuntik vaksin, maka Tim Gerak Cepat (TGC) dari Puskesmas Mpunda memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan cepat. Reaksinya setelah divaksin seperti demam dan panas.

Baca:   Ratusan Mahasiswa STIE Bima Divaksin, Kapolres Bima Kota Beri Apresiasi

“Bisa juga muntah, tergantung respon tubuh atau imun tubuh,” jelasnya.

Jika ada keluhan sehari hingga 3 hari dari orang tua murid, maka sesuai SOP Tim TGC akan merespon dan diberikan pelayanan sesuai gejala.

Jika mendengar dari cerita orang tua Faniatun tambah Eri, anaknya sehari-hari jarang makan. Gejala yang terjadi saat ini bukan reaksi setelah divaksin. Apalagi anak tersebut ada riwayat penyakit asam lambung.

“Ini bukan reaksi akibat suntikan vaksin, kemungkinan besar asam lambungnya kambuh,” tambahnya.

*Kahaba-05


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabar Terbaru