Pengadaan Seragam Menuai Polemik, Madrasah Diduga Diintimidasi

Kabar Kota Bima577 Dilihat

Kota Bima, Kahaba.- Pengadaan seragam sekolah di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) dikeluhkan sejumlah Madrasah di Kota Bima. Pasalnya, harga seragam tersebut dinilai sangat mahal, berbeda jika pengadaan oleh madrasah sendiri.

Pengadaan Seragam Menuai Polemik, Madrasah Diduga Diintimidasi - Kabar Harian Bima
Kantor Kemenag Kota Bima. Foto: Google Maps

Informasi yang dihimpun media ini, diduga pengadaan seragam siswa baru untuk tahun ajaran 2022 untuk semua madrasah se-NTB ditangani istri Kakanwil Kemenag NTB, seragam dibandrol dengan harga Rp 150 ribu.



Padahal biasanya, seragam tersebut jika pengadaan oleh masing-masing madrasah hanya sekitar Rp 90 ribu. Sementara seragam dengan harga Rp 150 ribu tersebut, sangat membebani sekolah dan orang tua siswa.

Baca:   Janji Bohong Kemenag, Guru Rencana Datangi Kanwil

Parahnya lagi, disinyalir pengadaan seragam tersebut di bawah tekanan. Jika pihak sekolah tidak ambil pengadaan seragam dimaksud, maka sekolah terancam tidak mendapatkan program apapun, termasuk proyek.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Bima H Furqan Ar Roka yang dikonfirmasi mengaku kurang informasi terkait pengadaan seragam tahun ini. Karena setahunya, urusan pengadaan seragam ditangani pihak ketiga yakni koperasi dimasing-masing madrasah.

Baca:   Soal Ponpes Khalid Bin Walid Dewan Angkat Bicara

“Atau bisa langsung pesan di toko, toko yang kemudian distribusi seragam itu ke madrasah,” jelasnya.

Disinggung soal pengadaan itu ditangani oleh istri Kakanwil Kemenag NTB, Furqan menjawab tidak tahu.

“Masa sih sejauh itu istri Kakanwil Kemenag NTB menangani urusan pengadaan seragam. Nanti kita akan tanya dulu ke madrasahnya,” kata Furqan.

Baca:   Dimutasi, Dua Guru Kemenag Tak Dapat Tunjangan Sertifikasi

Di tempat berbeda, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Bima H Abdul Haris yang ditanya soal pengadaan itu, tidak ingin berkomentar banyak karena Kemenag dan Madrasah menolak untuk terima pengadaan seragam tersebut.

“Iya ditolak pengadaan seragam tahun ini,” ujarnya singkat.

*Kahaba-01


Komentar