oleh

Wawali Bima Buka Event Kicau Mania Jatayu BC Enterprise

Kota Bima, Kahaba.- Jatayu BC Enterprise menggelar kegiatan kicau burung di Lapangan Belakang Barata Kelurahan Monggonao Kota Bima, Minggu pagi (22/5). Kegiatan yang digelar se-NTB itu diikuti puluhan para pencinta burung dan dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan.

Wawali Bima Buka Event Kicau Mania Jatayu BC Enterprise - Kabar Harian Bima
Wawali Bima Feri Sofiyan saat membuka secara resmi kicau mania Jatayu BC Enterprise. Foto: Deno

Ketua Jatayu BC Enterprise Muhammad Adhar mengatakan, ada 20 kelas burung yang dilombakan, yakni Murai Batu, Anis Kembang, Love Bird Dewasa Umum, Kecial Kuning, Love Bird Paud, Kecial Lombok, Murai Batu, Anis Kembang, Love Bird Dewasa Umum Nonton Konslet, Cucak Ijo, Kenari, LB Paud, Murai Batu, LB Dewasa Umum Kicau Kuning, Kecial, Kenari, LB Paud, Cucok Ijo dan LB Dewasa Umum.



“Burung yang dilombakan mulai kelas 50 K sampai 500 K,” sebutnya.

Baca:   Wakil Walikota Bima Buka Operasi Pasar Murah

Adhar berharap pada event ini tetap mengedepankan sportivitas dan kejujuran, baik dari para juri maupun peserta. Agar mendapatkan kualitas dari semua burung yang dilombakan.

“Selamat berlomba, mari kita junjung sportivitas,” ajaknya.

Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan yang berkesempatan hadir membuka secara resmi kegiatan dimaksud mengatakan, ini merupakan event langka di Kota Bima. Dirinya berharap event seperti ini semoga terus berlanjut.

Baca:   Kunjungi Bappeda, Wawali Bima Pompa Semangat Kerja Pegawai
Wawali Bima Buka Event Kicau Mania Jatayu BC Enterprise - Kabar Harian Bima
Lomba Kicau Mania yang digelar Jatayu BC Enterprise. Foto: Bin

“Ini tentu saja menjadi sumbangsih dan kontribusi para pecinta burung terhadap daerah,” katanya.

Menurut pria yang juga Ketua KONI Kota Bima tersebut, sulit untuk mencari definisi kenapa harus mencintai burung. Namun yang pasti, mencintai burung banyak manfaatnya. Karena orang yang mencintai burung juga memiliki sifat romantis, setia, telaten dan sabar.

Baca:   Kadis Sosial tidak Respon Korban Kebakaran, Wawali: Tidak Boleh Begitu, Nanti Kita Panggil

“Jadi mustahil bisa memelihara burung jika tidak memiliki sikap tersebut,” jelasnya.

Feri menambahkan, event seperti ini di kota-kota besar sudah menjadi trend dan gaya hidup. Sehingga di Kota Bima sangat berpotensi untuk terus dilombakan, bila perlu skala nasional.

“Saya titip pesan kepada juri dan peserta agar jujur, komitmen dan konsisten, agar event ini berkualitas. Sehingga burung yang juara di sini, bisa berbicara banyak pada event di tingkat yang lebih tinggi,” harapnya.

*Kahaba-01/05


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.