oleh

Media Kitchen Tour, BTPN Syariah Sambangi Nasabah Inspiratif di Ntobo dan Bolo

Kota Bima, Kahaba.- Kelompok usaha yang jadi nasabah BTPN Syariah disejumlah wilayah Bima kini sukses dan jadi inspiratif. Sejak awal merintis dengan pembiayaan bank tersebut, telah terus berkembang dan mengubah ekonomi keluarga. (Baca. Pembiayaan Lancar, BTPN Syariah On the Spot ke Kelompok Tenun Wawo

Media Kitchen Tour, BTPN Syariah Sambangi Nasabah Inspiratif di Ntobo dan Bolo - Kabar Harian Bima
Foto bersama rombongan BTPN Syariah dengan Kelompok Tenun Kelurahan Ntobo. Foto: Bin

Hari kedua tour, Rabu (22/6) rombongan dari pusat yang diwakili Tim Corcom BTPN Syariah Nurul Syita dan Bisnis Coach BTPN Syariah Regional Sumba Nurhaidah menyambangi kelompok usaha tenun di Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota Bima. Kemudian berlanjut menemui kelompok usaha di Desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.



Bisnis Coach BTPN Syariah Regional Sumba Nurhaidah di hadapan ibu-ibu anggota kelompok tenun terus memberi semangat, apalagi kondisi saat ini sudah mulai normal dari pandemi Covid-19. Apalagi BTPN Syariah memiliki komitmen selalu bersama nasabah dalam kondisi apapun.

“Tetap disiplin melakukan pembayaran ya ibu-ibu,” pesannya disambut sahutan semangat para anggota kelompok.

Diakuinya, ada 6 kelompok yang tersebar di Kelurahan Ntobo dengan jumlah nasabah sebanyak 181 orang. Sementara khusus Kecamatan Raba jumlah nasabah sebanyak 3.184 orang yang tersebar di 270 kelompok binaan.

“Jadi sejak berjalan 5 tahun lalu hingga Mei 2022, kurang lebih Rp 9 miliar pembiayaan di Kecamatan Raba,” ungkapnya.

Baca:   Kemenkraf RI Apresiasi Stand STIE Bima di MotoGP Mandalika

Sejauh ini sambung Nurhaidah, pembiayaan di Kecamatan Raba khususnya Kelurahan Ntobo berjalan sangat baik. Kelompok usaha juga tetap disiplin menyelesaikan tanggung jawab.

Lurah Ntobo Aswin pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada BTPN Syariah karena telah peduli dengan warganya. Dengan proses administrasi pinjaman yang begitu mudah, pemberian modal usaha tenun untuk warga Ntobo telah berjalan dengan sangat baik.

Di tempat yang sama, Harijah selaku anggota Kelompok Tenun Sentra 07 mengaku sangat bersyukur adanya pembiayaan dari BTPN Syariah. Sehingga kelompok usaha hingga saat ini bisa berjalan.

Disebutkannya, ada beberapa jenis tenun yang jadi andalan kerajinan seperti tenun Pa’a, Songket, Renda, Nggoli, Weri dan Sambolo. Proses pembuatannya pun tergantung pada tingkat kesulitan.

“Yang paling sulit Tenun Renda, jadi bikinnya bisa 2 pekan. Sementara harganya bisa mencapai 1 juta. Tapi yang paling murah itu Tenun Pa’a. Bikinnya bisa 2 hari dengan harga berkisar Rp 350,” urainya.

Ia menambahkan, hingga saat ini kelompoknya bisa mengajukan pinjaman Rp 20 juta dengan waktu pembayaran 2 tahun.

“Alhamdulillah semua pembayaran lancar,” terangnya.

Baca:   Kota Bima Dapat Kuota Pendataan K-UMKM Sebanyak 31 Ribu
Media Kitchen Tour, BTPN Syariah Sambangi Nasabah Inspiratif di Ntobo dan Bolo - Kabar Harian Bima
Rombongan BTPN Syariah saat menemui Kelompok Usaha Jajan Bunga di Kecamatan Bolo. Foto: Bin

Usai di Kelurahan Ntobo, rombongan BTPN Syariah meluncur ke Kecamatan Bolo, menemui sejumlah kelompok usaha yang kini telah sukses merintis dari pembiayaan BTPN Syariah.

Kelompok pertama yang ditemui yakni Kelompok Jajan Bunga Desa Kananga yang dinakhodai Sri Astuti. Usaha yang sudah berjalan 7 tahun itu diakuinya diawali dengan pembiayaan tahun pertama sebesar Rp 3 juta perorang. Seiring waktu, hingga tahun ke-7, pinjaman anggota meningkat hingga sebesar Rp 20 juta.

“Pembayaran juga lancar, tidak ada kendala. Makanya petugas BTPN Syariah hingga tahun ini percaya dengan kelompok kami,” bebernya.

Kelompok usaha tersebut rupanya tidak hanya berusaha Jajan Bunga. Juga ada yang jual ayam potong dan nasi bungkus. Usaha pun berjalan lancar, dengan pembiayaan besar sebanyak Rp 20 juta, maka produksi pun semakin meningkat.

“Alhamdulillah pembiayaan dari BTPN Syariah memberi dampak perekonomian yang luar biasa,” ujarnya.

Sri menambahkan, pinjaman di BTPN Syariah mudah, tidak repot. Kepercayaan dari bank tersebut juga dijaga oleh anggota kelompok.

Sementara di Desa Rasabau Kecamatan Bolo, rombongan BTPN Syariah menemui Kelompok Usaha Kembang Goyang. Kedatangan rombongan juga disambut oleh sekretaris desa setempat.

Baca:   Polisi Sita Alat Pengadaan Kasus Korupsi UMKM
Media Kitchen Tour, BTPN Syariah Sambangi Nasabah Inspiratif di Ntobo dan Bolo - Kabar Harian Bima
Rombongan BTPN Syariah saat menemui Kelompok Usaha Kembang Goyang Kecamatan Bolo. Foto: Bin

“Kami selaku pemerintah desa sangat support usaha ibu-ibu ini. Bantuan pembiayaan dari BTPN Syariah juga sangat membantu meningkatkan perekonomian,” pungkasnya.

Ketua Kelompok Usaha Kembang Goyang Nurhaidah mengutarakan, pembiayaan tahun ini meningkat pada angka Rp 20 juta. Tentu saja, jumlah produksi dan serapan tenaga kerja meningkat. Kemudian, untuk pemasaran tidak begitu sulit karena sudah ada pelanggan.

“Sehari sekarang kita bisa bikin sebanyak 20 kilogram atau mencapai 3.000 biji jajan. Satu biji dihargakan Rp 600 atau 100 biji sebesar Rp 60 ribu,” sebutnya.

Selama ini, pembiayaan dari BTPN Syariah telah membawa dampak. Dari biaya produksi terdapat keuntungan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan bisa dipakai menabung.

Bisnis Coach BTPN Syariah Regional Sumba Nurhaidah menambahkan, pada 2 kelompok yang didatangi tersebut, kondisinya tetap bertanggungjawab menyelesaikan pembayaran. Kendati melayani hingga ke pelosok, namun telah tersedia aplikasi pembayaran mutakhir dari petugas BTPN Syariah yang memudahkan transaksi.

Di Kecamatan Bolo sebutnya, terdapat 290 kelompok binaan. 1 kelompok rata – rata memiliki 15 orang anggota dengan jumlah total keseluruhan 4.648 nasabah.

“Ada sekitar Rp 15 miliar yang dikelola di Kecamatan Bolo,” sebutnya.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.