oleh

Protes Pengadaan Seragam Paskibra, Penjahit: Perintah Wali Kota Bima tidak Diindahkan Dinas

Kota Bima, Kahaba.- Pengadaan seragam Paskibra di Kota Bima menuai persoalan. Pasalnya, CV Penjahit Sigma yang ditunjuk Wali Kota Bima untuk mendapatkan pengadaan itu, tidak dihargai dan disepelekan oleh jajaran Dinas Pariwisata Kota Bima.

Protes Pengadaan Seragam Paskibra, Penjahit: Perintah Wali Kota Bima tidak Diindahkan Dinas - Kabar Harian Bima
Ilustrasi

Pemilik CV Penjahit Sigma Khaeruddin saat menghubungi media ini mengungkapkan, dirinya sudah menerima perintah dari Wali Kota Bima untuk mendapatkan pengadaan seragam paskibra tersebut.



Tapi oleh dinas, hanya memberikan pengadaan baju dan celana saja dengan anggaran Rp 350 ribu untuk satu stel seragam.

“Sementara harga kain sudah Rp 55 ribu – 60 Ribu permeter, jika dikali 3 meter sudah Rp 180 Ribu, kemudian kepala sabuk Rp 10 ribu, bordir 10 ribu, ongkos tukang jahit satu stel Rp 150 ribu. Rugi kita dong,” keluhnya, Rabu (6/7).

Baca:   Dokumen Pekerjaan di Pantai Lawata Belum Diserahkan, Polisi Minta Dispar Kooperatif

Ia membeberkan, untuk pengadaan sejumlah atribut seperti topi, sepatu, kaus kaki dan kaos tangan justru hendak diambil oleh Dinas Pariwisata untuk pengadaan sendiri.

“Anggaran pengadaan keseluruhannya Rp 100 juta lebih. Tapi kenapa bagian saya hanya dapat baju dan celana saja. Padahal pak wali sudah perintahkan saya yang dapat,” tegasnya.

Menurut Khaeruddin, proyek pengadaan itu penunjukan langsung. Jika Wali Kota Bima memerintahkan dirinya, berarti Wali Kota Bima telah menunjuknya untuk mengerjakan pengadaan seragam paskibra tersebut secara keseluruhan.

“Itu proyek penunjukan langsung, kalau Walikota Bima memerintahkan saya, berarti Pak Wali menunjuk saya untuk mengerjakan pengadaan seragam paskibra tersebut semuanya, bukan hanya baju dan celana saja,” kata pria yang juga politisi dari Partai Golkar Kota Bima tersebut.

Baca:   25 Orang Pemandu Wisata Diberi Pelatihan

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima M Natsir mengaku, CV Penjahit Sigma merupakan penjahit hebat, jadi sudah dikoordinasikan dan disanggupi untuk menerima pengadaan seragam tersebut.

“Tapi setelah mendengar angka segitu, makanya Pak Khaeruddin mundur,” ujarnya.

Mestinya sambung Natsir, ini tidak perlu heboh, karena jika diserahkan pengadaan ini ke orang yang tidak ahli, bakal kelabakan.

“Makanya dari kemarin karena beliau penjahit yang bagus, direkomendasikan. Tapi karena ditolak oleh beliau (Khaeruddin,Red), dicari orang sanggup dengan anggaran satu stel seragam itu,”  tutur Natsir.

Ia menyebutkan, pagu anggaran keseluruhan pengadaan seragam paskibra sebesar Rp 147 juta. Jumlah itu bukan saja untuk stelan baju dan celana, tapi untuk atribut lain, dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Baca:   Dispar Tata Pantai Lawata untuk Lomba Video Inovasi

Natsir juga mengungkapkan, sudah 2 kali dinas datangi CV Penjahit Sigma, terjadi tawar menawar harga. Lantaran tidak ada kecocokan harga, sementara limit waktu, akhirnya CV Penjahit Sigma angkat tangan dan beralasan tidak bisa terima karena target waktu juga.

“Pak Khaeruddin juga sedang menangani seragam paskibra di Kabupaten Bima, makanya disimpulkan cari yang lain dan akhirnya diarahkan ke orang yang sebelumnya pernah menangani pengadaan seperti ini. Begitu juga dengan atributnya,” jelasnya.

Dia juga mengklarifikasi tidak ada dinas yang ingin pengadaan sendiri atribut paskibra tersebut, tapi tetap disatukan dengan pengadaan seragam.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.