oleh

Diduga Sejumlah Pejabat Kota Bima Diperiksa KPK, Sekda dan Pejabat Enggan Berkomentar

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah pejabat senior Lingkup Pemkot Kota Bima diduga diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait penggunaan dana hibah rehab rekon penanganan banjir bandang Kota Bima senilai Rp 166 Miliar.

Diduga Sejumlah Pejabat Kota Bima Diperiksa KPK, Sekda dan Pejabat Enggan Berkomentar - Kabar Harian Bima
Kantor KPK RI. Foto: Google

Informasi yang dihimpun media ini, 2 pejabat yang dipanggil dan diperiksa Lembaga Anti Rasuah tersebut. Masing-masing Kepala BPBD Kota Bima Hj Jaenab dan Kepala Dinas PUPR Kota Bima.



Keduanya menjalani pemeriksaan pekan kemarin. Informasinya, sejumlah pejabat terkait pekerjaan tersebut juga akan dihadirkan untuk diperiksa.

Baca:   Laporan MCP KPK RI, Pemkot Bima Paling Buruk Perencanaan dan Penganggaran

Kabag Hukum Setda Kota Bima Dedi Irawan yang dikonfirmasi enggan berkomentar. Dirinya menyarankan untuk menghubungi Dinas Kominfostik Kota Bima.

“Untuk rilis berita, satu pintu di Kominfostik,” katanya, Minggu kemarin.

Kemudian Kepala Dinas Kominfostik Kota Bima H Mahfud yang juga dikonfirmasi terkait itu menjawab tidak tahu.

“Untuk sementara belum ada info yang saya dapat, nanti Senin saya koordinasi dulu,” jawabnya.

Baca:   Bagian Hukum tidak Dampingi Pejabat Pemkot Diperiksa KPK

Karena sulit mencaritahu informasi terkait, sejumlah media mendatangi Sekda Kota Bima H Mukhtar Landa di arena turnamen voli FPKT Kota Bima, tadi malam untuk ditanya masalah tersebut. Dijawab besok Senin di kantor.

“Besok saja,” ucapnya singkat.

Sejumlah media yang berusaha menemuinya di Kantor Pemkot Bima Senin pagi, Sekda tidak berada di ruangan. Dihubungi via seluler juga tidak aktif .

Baca:   Dugaan Korupsi Anggaran Baju Dewan, Pimpinan DPRD Akan Diperiksa

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bima Hj Jainab yang ditanya soal pemeriksaan tersebut menjawab nanti saja.

“Nanti saja ya,” tuturnya singkat di atas mobil.

Kepala Dinas PUPR, hingga saat ini masih terus diupayakan dikonfirmasi. Dihubungi via seluler tidak menjawab. Didatangi di kantornya, tidak berada di tempat.

*Kahaba-01

 


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.