oleh

Patungan OPD untuk Relokasi Sebagai Kepedulian Sosial

Kota Bima, Kahaba.- Sekda Kota Bima H Mukhtar Landa menyampaikan klarifikasi soal patungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk gotong royong dan perbaikan rumah relokasi di Oi Fo’o dan Kadole. (Baca. OPD Patungan Perbaiki Rumah Relokasi Oi Fo’o dan Kadole)

Patungan OPD untuk Relokasi Sebagai Kepedulian Sosial - Kabar Harian Bima
Kondisi rumah relokasi yang ditambal bagian retak tembok. Foto: Bin

Ia menceritakan, ada rencana memindahkan warga ke wilayah relokasi. Tapi setelah mendapat informasi agar melihat dulu kondisi rumah relokasi yang banyak semak belukar dan retak-retak, maka pergi lah dirinya ke lokasi.



“Saya turun ke rumah relokasi dan kondisinya memang harus gotong-royong karena ada banyak semak belukar,” katanya, Senin (1/8).

Baca:   Sekda Kota Bima Hadiri Rakornas Implementasi Reformasi Birokrasi dan Forsesdasi 2019

Kemudian pada saat rapat persiapan upacara 17 Agustus, dirinya coba mengemukakan bagaimana kalau gotong royong membersihkan semak belukar tersebut. Tapi oleh OPD menyarankan, bagaimana jika OPD saja yang memberikan uang untuk gaji orang gotong royong.

“Jadi saya mempersilahkan saja yang mau, yang tidak mau jangan,” terangnya.

Patungan itu sambung Mukhtar, merupakan uang pribadi kepala dinas, karena hanya Rp 500-600 ribu, bukan uang adminsitrasi kantor yang harus ada laporannya.

Baca:   Tindakan Lurah Melayu Fatal, Sekda Akan Evaluasi

“Memperbaiki sejumlah bangunan retak-retak itu bagian dari gotong royong OPD, sebagai bentuk kepedulian sosial,” jelas Sekda.

Ia menegaskan, jika ada OPD yang sudah menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta untuk patungan itu, atau ada yang bisa membuktikan, dirinya pun siap undur diri jadi jabatan Sekda sekarang juga.

“Saya siap undur diri jadi Sekda, kalau memang ada yang serahkan Rp 5 juta – 10 juta,” tegasnya.

Baca:   Soal Rencana Mutasi, Sekda Bicara Keras Saat Apel Pagi

Disinggung apakah perbaikan rumah relokasi yang retak-retak itu bagian antisipasi dari pemeriksaan KPK? Mukhtar membantahnya. Karena gotong royong itu dilakukan sebelum adanya pemeriksaan KPK.

“Gotong royong kita sejak 2 pekan lalu, panggilan KPK itu kemarin,” tambahnya.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.