Gagal Tahun Lalu, Pengadaan Mesin Jahit Dianggarkan Lagi, Barang Diduga Sudah Tersedia

Kabar Kota Bima376 Dilihat

Kota Bima, Kahaba.- Pengadaan mesin jahit di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bima tahun 2021 gagal terlaksana. Sebab, mesin jahit yang dibeli tidak sesuai spesifikasi. Tahun ini, proyek pengadaan gagal itu kembali masuk dalam anggaran DPPPA tahun 2022.

Gagal Tahun Lalu, Pengadaan Mesin Jahit Dianggarkan Lagi, Barang Diduga Sudah Tersedia - Kabar Harian Bima
Kepala DPPPA Kota Bima Sahruddin. Foto: Bin

Informasi yang diperoleh media ini, pengadaan mesin jahit tahun ini sudah dialokasikan kembali. Hanya saja, mesin jahit yang tidak sesuai spesifikasi itu masih tersimpan di rumah pelaksana pengadaan proyek dimaksud, kemudian dipakai kembali untuk pengadaan tahun ini.



Kuat dugaan, rencana proyek pengadaan yang sudah ada barang tersebut dapat berpotensi terjadinya pengaturan pemenang saat proses pelelangan.

Baca:   DPPPA Adakan Pemilihan Duta Anak Tingkat Kota

Kepala DPPPA Kota Bima Sahruddin saat dikonfirmasi soal pengadaan mesin jahit itu, mengakui tahun 2022 ada pos pengadaannya.

“Iya ada, anggarannya kalau tidak salah sekitar Rp 600 juta lebih. Hanya mesin jahit, tidak ada pengadaan barang lain,” katanya, baru-baru ini.

Ditanya soal progres proses pengadaan, dirinya menjawab tidak tahu, karena teknisnya ada di LPBJ Setda Kota Bima.

“Kita hanya di program saja, tidak tahu siapa pemenang tender. LPBJ yang tahu teknisnya,” ujarnya.

Baca:   Tahun 2020, Kasus Kekerasan Seksual Anak Tinggi 

Mengenai mesin jahit hasil pengadaan gagal pada tahun sebelumnya, dan akan dipakai tahun ini, Sahruddin juga menjawab tidak tahu.

“Saya tidak tahu soal barangnya yang sudah ada, dan akan dipakai untuk pengadaan tahun ini. Spek mesin jahit juga tidak tahu saya, PPK yang lebih tahu,” jawabnya.

Ia menambahkan, pengadaan kembali di tahun ini karena menyangkut kebutuhan masyarakat yang sudah mengajukan ratusan proposal.

“Makanya dimasukin lagi anggaran pengadannya pada tahun 2022,” tambahnya.

Sementara itu, PPK pengadaan mesin jahit Agus Musalim mengugkapkan, kegiatan pengadaan mesin jahit belum dilaksanakan pelelangan, tapi permohonan lelang oleh dinas sudah sejak bulan Juni lalu.

Baca:   Sekda Akui Pejabat Eselon III dan IV Kota Bima Diperiksa KPK

“Bagian LPBJ belum laksanakan, saya tidak tahu pertimbangannya apa, karena itu ranah Kabag LPBJ,” terang Agus.

Ia menyebutkan, pengadaan mesin jahit tahun 2022 bermerk Juki, atas dasar itu pihaknya akan melakukan proses. Hanya saja, belum dimulai.

Disinggung mengenai mesin jahit yang sudah ada sisa pengadaan gagal tahun 2021, Agus memilih tidak ingin berkomentar soal itu.

“Saya tidak mau masuk di ranah tersebut,” tegasnya.

*Kahaba-01


Komentar