oleh

Lomba Posyandu Tingkat NTB, BKB Posyandu An Nisa Penatoi Dinilai

Kota Bima, Kahaba.- Wali Kota Bima HM Lutfi menerima kunjungan resmi tim penilai lomba posyandu tingkat Provinsi NTB yang dipusatkan di Bina Keluarga Balita (BKB) An Nisa Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda. Kegiatan yang dilaksanakan di RT 12 RW 03,Senin (19/9) tersebut juga dihadiri Sekda, Ketua TP PKK, kepala OPD serta camat dan lurah.

Lomba Posyandu Tingkat NTB, BKB Posyandu An Nisa Penatoi Dinilai - Kabar Harian Bima
Walikota Bima HM Lutfi saat menyampaikan sambutan Lomba Posyandu Tingkat Provinsi NTB. Foto: Ist

Wali Kota menyampaikan, kegiatan ini memiliki peranan penting dan strategis membantu pencapaian kesejahteraan pembangunan, juga yang terdepan dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Khusus upaya meningkatkan derajat kesehatan keluarga maupun kegiatan terpadu lainnya, yang terintegrasi dalam wadah posyandu.



“Posyandu merupakan bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak, ” jelasnya.

Baca:   Keluarga Besar Penatoi Duduk Bersama, Bahas Soal Pemberdayaan

Kata Lutfi, serangkaian kegiatan tersebut sangat relevan dengan keinginan pemerintah dalam upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan untuk masyarakat, maupun meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan kesehatan.

Terutama kader Posyandu memiliki peran sebagai ujung tombak dalam penanganan kesehatan, seperti penekanan gizi buruk, kesehatan ibu dan anak, stunting serta pelayanan kesehatan lainnya.

“Kami berharap melalui seluruh persiapan dan syarat penilaian yang maksimal telah dilakukan, Kota Bima bisa terpilih sebagai juara lomba tersebut. Untuk itu pada tim panitia yang telah hadir dapat memberikan penilaian sesuai dengan indikator, ” harapnya.

Baca:   Dandim 1608 Bima Kerahkan Anggota Kerja Bhakti di Kelurahan Penatoi

Sementara itu, ketua tim penilai lomba posyandu tingkat Provinsi NTB H Azhari menambahkan, terdapat beberapa indikator yang akan menjadi syarat penilaian seperti sosial, ekonomi, kesehatan lingkungan, hukum dan tata kelola.

Jika semua indikator serta syarat dukungan lainnya lengkap dan memenuhi syarat, maka memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik di NTB.

“Tapi selain dari itu, makna dari lomba tersebut bukan saja bersifat sebagai bentuk pembinaan pemerintah, tapi juga meningkatkan pengetahuan dan peran serta masyarakat akan pentingnya posyandu dalam peningkatan gizi dan kesehatan, ” tambahnya.

Baca:   Penatoi Dicap Kelurahan Teroris, Pemkot Bima Dituding tidak Dukung Agenda Deradikalisasi

*Kahaba-04


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.