Lapak Dibongkar Pol PP, Para PKL Melawan

Kabar Kota Bima1360 Dilihat

Kota Bima, Kahaba.- Tidak ingin lapak dibongkar Pol PP Kota Bima, Jumat (2/12) sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Lapangan Pahlawan tepatnya di sepanjang trotoar depan RSUD Bima melawan.

Lapak Dibongkar Pol PP, Para PKL Melawan - Kabar Harian Bima
Pol PP Kota Bima saat membongkar lapak PKL di Lapangan Pahlawan Raba. Foto: Ist

Tidak hanya menghadang aksi pembongkaran, para pemilik lapak juga mendatangi kediaman Wali Kota Bima, guna menyampaikan tuntutan terhadap petugas yang melakukan pembongkaran tersebut.



Petugas Sat Pol PP membongkar lapak para PKL menggunakan peralatan lengkap. Tiba-tiba datang beberapa pemilik lapak yang baru saja kembali dari rumah Wali Kota Bima dan mengupayakan penghentian pembongkaran. Menurut para PKL, pembongkaran tidak memiliki dasar seperti surat perintah atau surat tugas.

Baca:   Kasat Pol PP Tidak Tahu Ada Kontes Waria

Salah satu PKL Hizrah Saputra menyorot, pembongkar tidak ada surat tugas atau surat perintah tertulis. Pemberitahuan juga tidak ada sebelumnya.

Sementara Pol PP tiba-tiba datang dan membongkar. Ketika ditanya, hanya menjawab jika pembongkaran atas perintah kepala daerah.

“Makanya tadi kita langsung datangi rumah kepala daerah, untuk menanyakan apakah benar atau tidak. Tapi ternyata kepala daerah tidak ada di rumah,” katanya.

Mendapati fakta tersebut, Hizrah bersama beberapa pedagang lainnya langsung pasang badan melarang pembongkaran dilanjutkan.

“Kita disingkirkan tapi Alfamart diberikan izin,” sentilnya.

Di sisi lain ungkapnya, kebijakan pemerintah mengharuskan berjualan di dalam Food Court tidak mungkin dilakukan. Pasalnya, sudah tidak ada lapak yang kosong di dalam Food Court.

Baca:   Diduga Mesum, Pasangan di Gubuk Persawahan Diciduk Petugas

“Jualan di dalam itu tidak laku dagangan kami. Siapa yang mau beli, Malah pengunjung rumah sakit mengira itu kos-kosan,” ungkap Hizrah.

Mantan ASN di Pemkot Bima ini meminta kepada Walikota Bima untuk mengganti kerugian yang dialaminya karena aksi Pol PP membongkar sepihak. Selain itu juga meminta kepala daerah dapat memberikan ruang bagi PKL, untuk mencari nafkah dengan berjualan di depan rumah sakit.

“Apa salahnya kami diberikan ruang di sini. Tinggal di tata. Toh taman yang dibangun juga ga bagus kok. Air ga ada, drainase ga ada,” kritiknya.

Baca:   Dilapor LMND, Kasat Pol PP Tuding Pendemo Penyebab Bentrok

Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Bima M Nor Madjid yang dikonfirmasi saat pembongkaran lapak mengaku, pihaknya telah mengantongi perintah.

“Pembongkaran ini untuk ketertiban dan keindahan Kota Bima. Rumah sakit juga butuh space untuk aktivitas,” katanya.

Karena mendapatkan penghadangan dan penolakan yang keras dari para PKL, maka sementara dirinya akan menarik kembali pasukan Pol PP.

“Kita tidak ingin ada keributan. Anggota saya tarik kembali, sampai nanti ada koordinasi lebih lanjut, ” ujarnya sembari memerintahkan anggotanya, untuk kembali ke markas Pol PP.

*Kahaba-04


Komentar