Dam Toloweri Disulap Jadi Destinasi Wisata

Kota Bima, Kahaba.- Dam Toloweri di Kelurahan Nungga Kecamatan Rasanae Timur kini sudah disulap menjadi tempat wisata yang indah. Tempatnya tidak kalah dengan sejumlah tempat wisata lain.

Foto bersama pengunjung di gerbang masuk Dam Toloweri. Foto: Deno

Wisata baru yang berada di ujung utara Kelurahan Nungga tersebut mulai ditata dan lestarikan tahun 2018. Lokasi tersebut menyuguhkan pemandangan yang indah, tempat pemandian dari mata air asli pegunungan, tebing yang tinggi di bawah kaki gunung dan area persawahan yang membentang luas menjadi daya tarik tersendiri.

Dari jalan raya, pengunjung harus melewati jalan setapak sekitar 50 meter agar tiba lokasi. Selama perjalanan menuju lokasi, pengunjung bisa mengabadikannya dengan foto di tempat yang disediakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Di sana ada kata – kata yang ditulis dan menarik dibaca.

Untuk menuju ke wisata Dam Toloweri, pengunjung yang yang mau menikmati udara pegunungan, bisa melewati jalur Penanae menuju Nggaralo, kemudian menuju Kelurahan Kendo.  Bisa juga menggunakan jalur Oi Mbo dan langsung menuju Kelurahan Nungga.

Ketua LPM Kelurahan Nungga Ramadhan mengatakan, wisata tersebut baru dibangun dan diperbaiki pada tahun 2018. Karena lokasinya yang bagus, gabungan pemuda Lingkungan Nungga dan Toloweri merancang dan merubah tempat permandian umum warga sekitar tersebut menjadi tempat wisata yang sangat bagus dan indah.

Warga saat menikmati pemandian di Dam Toloweri. Foto: Deno

“Setiap hari pasti ada pengunjung. Sabtu dan Minggu pengunjung mencapai ratusan orang,” ujarnya saat mengunjungi lokasi Dam Toloweri bersama anggota DPRD Kota Bima, Rabu (16/10)

Kata dia, pada hari Sabtu dan Minggu, kendaraan yang harus diatur pemuda mencapai 800 unit. Satu unit kendaraan pemuda mengambil jasa parkir Rp 2 ribu. Sebagian uang parkir tersebut digunakan untuk penataan tempat, agar jauh lebih lagi.

“Kami sangat menjaga kenyamanan dan keamanan para pengunjung. Kami juga meminta pada pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarang tempat,” inginnya.

Sementara itu Anngota DPRD Kota Bima Nazamuddin yang berkunjung ke wisata Dam Toloweri mengapresiasi kreatifitas pemuda yang berada di Kelurahan Nungga. Pihaknya meminta agar pemuda setempat mengutamakan kenyamanan pengunjung. Minimal disediakan lokasi khusus untuk tempat parkir kendaraan. Agar kendaraan pengunjung berada dalam kondisi aman dan terjaga.

“Saya juga meminta agar tanaman yang ada di pegunungan sekitar tempat pemandian juga tidak dibabat dan dibakar, tapi harus dilestarikan penghijauan disekitar lokasi wisata,” pintanya.

Nazamuddin juga meminta dinas terkait untuk segera meninjau dan berkoordinasi dengan pemuda setempat untuk merencanakan hal-hal yang perlu dirancang untuk kemajuan tempat wisata tersebut.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. UMIYATUL MAGFIRAH

    Mohon maaf sebelumnya. Adinda dari mahasiswa kkn STIE Bima akt 2018. Adinda merasa kecewa dengan penerbitan berita ini. Penataan potensi bendungan toloweri itu merupakan program kerja KKN kami semasa kami menjalani kegiatan KKN dari juli smpai agustus 2018.
    Mohon maaf, kalau boleh tau sumber informasi ini dari mana ya?
    Mohon responnya.

  2. UMIYATUL MAGFIRAH

    Mohon maaf sebelumnya. Adinda dari mahasiswa kkn STIE Bima akt 2018. Adinda merasa kecewa dengan penerbitan berita ini. Penataan potensi bendungan toloweri itu merupakan program kerja KKN kami semasa kami menjalani kegiatan KKN dari juli smpai agustus 2018.
    Mohon maaf, kalau boleh tau sumber informasi ini dari mana ya?
    Mohon responnya

  3. Izonk D'gillis

    Ini maksud beritanya gimma ya?? Ko seperti ada sabotase soal destinasi wisata baru di toloweri. karena setau saya ini hasil jerih payah dari teman teman KKN STIE BIMA angkatan 2018 yg sedikit merubah Dam toloweri menjadi hal yg lebih produktif lagi sehingga dapat menambah pendapatan di daerah tsb dari tangan-tangan kreatif mereka. Jgn asal mengklaim seperti ini dong..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *