Dicky Sukses Bangun Usaha Kahawa Kedelai, Minuman Kaya Manfaat

Kota Bima, Kahaba.- Kahawa Kedelai (Kopi Kedelai) milik Dicky kini mulai digemari khalayak. Jika ingin mencicipinya, cukup datang di UmA iLoPETA Foodcourt Jl Gatot Soebroto Santi – Penatoi. Pengunjung bisa menikmati 4 varian rasa Kahawa Kedelai yang disuguhkan pria asal Kelurahan Rabangodu Utara tersebut.

Dicky saat berpose di lapak penjulannya di iLoPETA Foodcourt. Foto: Bin

Saat disambangi media ini beberapa hari lalu, pria pemilik nama lengkap M Furqan Putrangga nampak sibuk melayani pembeli. Dibantu oleh 2 orang karyawan, Dicky menghabiskan setiap malam pada beberapa bulan terakhir untuk melayani pengunjung yang ingin mencoba dan sudah ketagihan minum Kahawa Kedelai.

Saat berkesempatan bersama media ini, Dicky bercerita panjang lebar soal usaha yang mulai dirintisnya 10 bulan lalu, tepatnya tanggal 13 Maret 2018. Bisnis itu ia mulai karena memang sejak awal tidak begitu suka dengan kopi. Sebab, beberapa kali ia harus merasakan lambungnya bermasalah dan magh setelah minum kopi.

Mengingat sewaktu dulu, saat dirinya menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian Unram, ia pernah mencicipi minum kopi kedelai di Pringgabaya Lombok timur. Akhirnya mencoba bikin dengan inovasi sendiri. Sebelumnya, keinginan untuk memulai membuat Kahawa Kedelai sudah lama, hanya saja baru mampu diwujudkan Maret 2018.

“Bulan itu akhirnya saya mulai. Setiap hari terus meracik agar mendapatkan rasa yang pas,” ujarnya.

Setelah merasa tak ada yang kurang, Dicky memulai untuk menjual di media sosial Facebook. Kemudian berjualan keluar keliling menggunakan mobil. Awalnya, memilih tempat di Pantai Amahami, lalu berlanjut ke Lapangan Serasuba, kemudian memilih lokasi lain seperti di Convention Hall Paruga Nae. Terakhir mencoba peruntungan di lapak milik iLoPETA Foodcourt.

“Saya ingat betul, saat jual di Paruga Nae hanya laku segelas. Waktu itu down, tapi saya tetap terus jaga semangat dan optimis. Seiring waktu pun minat warga yang ingin minum Kahawa Kedelai semakin meningkat,” tuturnya.

Varian rasa Kahawa Kedelai. Foto: Ist

Saat ini, Dicky menyiapkan lebih banyak varian rasa. Selain Kahawa Kedelai Original, juga menjual Kahawa Kedelai Jahe Biasa, Kahawa Kedelai Hitam dan Kahawa Jahe Kedelai Hitam. Di iLoPETA Foodcourt, 4 varian rasa tersebut dalam sehari tetap laku. Baik itu puluhan gelas disuguhkan di lapak, maupun dipesan oleh warga untuk oleh – oleh.

Dicky mengklaim, Kahawa Kedelai racikannya satu satunya yang asli di Indonesia, dicarik tanpa campuran kopi. Kendati ada rasa pahit pahit kopi, namun dirinya memastikan itu bukan kopi. Proses produksinya juga masih menggunakan sangrai manual, sebab jika memakai alat modern akan berpengaruh pada cita rasa.

“Saya sudah cari tahu, di Jawa dan sejumlah daerah lain, Kopi Kedelai tetap ada tapi campuran kopi. Tapi Kahawa Kedelai beda, dicium aroma kedelai, ketika dicicipi juga rasanya tetap kedelai,” terangnya.

Ia juga memaparkan manfaat dan kelebihan minum Kahawa Kedelai. Minuman sejenis kopi yang terbuat dari sari biji kedelai itu tidak mengandung kafein, sehingga baik untuk kesehatan. Manfaatnya antara lain, antioksidan, menguragi resiko penyakit jantung, mencegah kanker, mengembalikan efek endometriosis, mencegah osteoporosis, mengatasi gejala menopause, memberi efek baik untuk diabetes dan sakit ginjal dan menjaga berat badan.

“Jadi jangan ragu mengkonsumsi Kahawa Kedelai. Produk ini ringan di lidah nyaman di lambung,” ungkap bapak 2 anak ini.

Dicky menambahkan, tidak susah jika ingin mencicipi Kahawa Kedelai. Cukup datang di iLoPETA Foodcourt mulai pukul 09.00 Wita sampai pukul 23.30 Wita, setiap hari. Sementara harga, cukup terjangkau dan tidak perlu merogoh kocek banyak, karena harganya hanya Rp 6.000.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *