Pecahkan Rekor Dunia, Pawai Rimpu 20.165 Warga Kota Bima Dapat Piagam MURI

Kota Bima, Kahaba.- Pawai Rimpu warga Kota Bima sebanyak puluhan ribu, Sabtu pagi (12/10) berhasil mencatat sejarah sebagai pawai rimpu terbanyak dan mendapat piagam dari MURI. Kegiatan yang dirangkaikan dengan parade ratusan kuda tersebut dipadati lautan manusia.

Pihak Muri saat menyerahkan piagam kepada Walikota dan Wakil Walikota Bima. Foto: Bin

Pawai memulai titik star dari Lapangan Serasuba Kota Bima, sekitar pukul 08.00 Wita, kemudian finis di Pantai Lawata. Jarak dari lokasi star hingga finis sekitar 5 kilometer.

Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, semua warga diharapkan bisa hadir. Semua OPD, sekolah diseluruh tingkatan, pemerintah kelurahan dan kecamatan, paguyuban dan dari pihak swasta.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Sunarti menjelaskan, jumlah peserta pawai yang terdata sekitar 20 ribu orang. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan yang menghadirkan MURI tersebut.

“Kegiatan ini di luar ekspektasi. Kami menargetkan 15 ribu peserta, tapi yang hadir melebihi itu,” katanya.

Ditanya cara menghitung untuk mengetahui jumlah pasti peserta yang ikut pawai rimpu? Sunarti menjelaskan, dari pihak MURI ditempatkan pada 3 lokasi. Pertama di Lapangan Serasuba Kota Bima, saat star menghitung dengan cara 10 baris depan dan 10 baris ke belakang. Kemudian MURI juga berada di pertengahan jalur pawai dan lokasi finis di Pantai Lawata.

“Pihak MURI yang lebih paham teknis menghitung,” jelasnya.

Ia mengakui, di lokasi finis panitia penyelenggara juga menampilkan musik dan tarian tradisional. Kepala daerah bersama istri dan FKPD menempati panggung utama untuk menyambut kedatangan peserta rimpu.

Sunarti pun menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah menghadiri pawai rimpu. Tentu saja kegiatan ini telah mencetak sejarah baru dengan jumlah pawai rimpu terbanyak yang pernah ada.

Peserta rimpu saat mengikuti pawai. Foto: Bin

Syamsiah, warga Pane mengaku senang bisa ikut berpartisipasi pada acara pawai rimpu. Untuk ambil bagian, dirinya jauh hari mempersiapkan diri dan mencari Sarung Nggoli.

“Warga Pane banyak ikut, ratusan orang. Saya lihat acaranya ini sukses,” katanya.

Di tempat yang sama, warga Penanae Rostina juga mengaku gembira bisa ikut kegiatan ini. Meski harus jalan kaki dengan jarak yang terbilang jauh.

“Kita happy bang bisa ikut pawai rimpu, meski starnya di barisan belakang,” ucapnya.

Di tempat yang sama,  Perwakilan MURI Triyono mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Bima, karena turut diundang untuk menghadiri pawai rimpu.

“Pengajuan awal sebanyak 15 ribu. Sementara hasil verifikasi kami peserta sebanyak 20.165, melebihi target,” sebutnya.

Menurut dia, sepanjang sejarah belum pernah ada di belahan dunia manapun pawai rimpu sebanyak ini. Namun hari ini telah terlaksana di Kota Bima.

“Maka piagam ini bukan sebagai tingkat nasional, tapi rekor tingkat dunia,” ungkapnya.

Triyono pun berharap semoga budaya luhur ini tetap dijaga dan tidak tergerus dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Walikota Bima menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kota Bima yang telah memeriahkan kegiatan ini.

“Ini jadi kebanggaan buat kita semua,” tuturnya singkat.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Arif Rahman

    Alhamdulillah sy bangga dgn adanya kegiatan ini masyarakat sangat antusias sekali diberbagai instansi maupun kelurahan kelurahan sehingga mencapai rekor muri semoga adat rimpu ini dapat dapat dipertahankan seiring kemajuan teknologi sekarang. Utk kedepan sy tambahkan dari hasil pantauan sy melihat belum terkoordinir dgn jelas contoh seperti ditempat star tidak terdengar suara sound atau orator sebagai pusat pengendali kegiatan sehingga terarah. Sukses utk walikota bima maju terus….

  2. hidrologi

    Ya semoga bagini…. Berapa air minum yang di habiskan dalam acara ini sedangkan warga Tanjung sarae malayu yg ke kurangan air bersih coba kita sumbang 1 gelas air minum buat saudara kita di sana bukan rekor yg di dapat tapi paha yg di dapat dan buat pengusaha air minum juga akan tergugah hatinya mereka yang telah mengambil keuntungan air minum itu bisa berbagi

  3. hidrologi

    Ya semoga bagini…. Berapa air minum yang di habiskan dalam acara ini sedangkan warga Tanjung sarae malayu yg ke kurangan air bersih coba kita sumbang 1 gelas air minum buat saudara kita di sana bukan rekor yg di dapat tapi pahala yg di dapat dan buat pengusaha air minum juga akan tergugah hatinya mereka yang telah mengambil keuntungan air minum itu bisa berbagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *