Jurang Jiwa Jadi Idola Baru, Spot Foto yang Kini Viral

Kabupaten Bima, Kahaba.- Spot foto Jurang Jiwa di Desa Ntori Kecamatan Wawo kini viral dan jadi idola baru. Bagaimana tidak, tempat tersebut telah ditata sedemikian indah dan selalu ramai dikunjungi warga, untuk sekedar menikmati waktu pagi dan sore dan berpose dengan view pegunungan.

Anggota Bedi Community saat foto bersama di spot Tangan Dewa wisata Jurang Jiwa. Foto: Bin

Seperti yang terlihat Senin sore (1/6). Kendaraan motor dan mobil berjejer di pinggir jalan, sementara pemiliknya bersantai di Jurang Jiwa, kemudian mengantri untuk bisa berfoto di 2 spot foto masing-masing Tangan Dewa dan Perahu.

Merubah wajah Jurang Jiwa tersebut berkat semangat dan kebersamaan Bedi Community. Anak muda Desa Ntori tersebut berpikir dari pada lokasi tersebut dijadikan kumuh dan tempat pembuangan sampah, maka diubah menjadi tempat yang layak untuk dijadikan lokasi wisata.

Ketua Bedi Community Reza dan anggotanya Bunyamin mengatakan, mereka merubah tempat itu sekitar sebulan lalu. Saat Ramadan, mereka harus menyelesaikannya agar segera bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Kita buat pakai anggaran sendiri, ya sekitar jutaan. Setelah semua rampung, mulai dibuka sehari dua hari setelah lebaran,” katanya.

Pengunjung Jurang Jiwa saat berpose di Spot Perahu. Foto: Bin

Diakui Reza, saat ini mereka hanya mampu membuat 2 spot foto andalan. Seperti Tangan Dewa dan Perahu. Membuatnya pun tidak mudah, karena harus teliti dan kuat, agar tidak mudah roboh saat dikunjungi warga.

Agar bisa berpose di 2 spot wisata itu sambungnya, pengunjung harus mengantri dan mengambil nomor antrian. Karena, untuk berdiri di 2 spot itu tidak boleh banyak orang.

“Sejak dibuka, sehari bisa sampai ratusan orang pengunjung. Mulai pagi sampai sore hari sekitar pukul 18.00 Wita. Di 2 spot foto itu kami juga sediakan kamera DSLR Canon. Selesai foto, kita minta nomor WA pengunjung untuk dikirimkan hasil jepretan,” terangnya.

Untuk awal – awal dibuka Bunyamin menimpali, pihaknya belum menentukan tarif. Hanya saja bagi pengunjung yang ingin memberikan biaya, juga mereka tidak menolak.

“Kalau ada yang ngasih uang, ya diterima. Uang itu kita manfaatkan lagi untuk mengelola dan menata Jurang Jiwa,” tuturnya.

Pengunjung Jurang Jiwa saat mengantri untuk bisa berpose di Tangan Dewa dan Perahu. Foto: Bin

Ke depan, anak – anak muda ini memiliki rencana untuk menentukan tarif yang bisa dijangkau oleh semua kalangan. Tujuannya, agar ada anggaran untuk penambahan spot baru.

Disinggung soal perhatian pemerintah desa setempat? Reza mengaku sudah pernah disampaikan. Harapannya agar bisa diperhatikan melalui dana desa. Namun belum ada tanggapan dari pemerintah setempat.

“Harapannya juga dari Pemerintah Kabupaten Bima. Semoga ada perhatian untuk pengembangan. Karena kami masih memiliki beberapa ide untuk menambah spot foto,” ujarnya.

Bunyamin menambahkan, pengunjung Jurang Jiwa tidak hanya warga Kabupaten Bima dan Kota Bima, tapi juga warga Kabupaten Dompu. Apalagi masyarakat yang lalu lalang di jalur Sape-Bima, sering turun untuk sekedar mampir dan menikmati suasana Jurang Jiwa.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *