oleh

Perempuan ini Bantah Dituduh Bertindak Asusila Dengan Guru SMA Muhamadiyah Sape

Kota Bima, Kahaba.- Kasus pencemaran nama baik guru SMA Muhamadiyah Sape, yang dilaporkan Ilyas (35) karena dituduh melakukan tindakan asusila di lingkungan SMA setempat bulan November tahun 2020 lalu, kini masuk pada tahap pemeriksaan saksi. (Baca. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Kepala SMA Muhammadiyah Sape Dilapor Polisi)

DV, wanita yang dituduh melakukan tindakan asusila dengan guru SMA Muhamadiyah Sape. Foto: Deno

DV (20), perempuan warga Lingkungan Ranggo Kelurahan Nae Kota Bima yang dituduh melakukan tindakan asusila tersebut membantahn ya dan mengaku tidak pernah melakukan hal senonoh yang dituduhkan oleh Kepala SMA Muhamadiyah Sape.

Kata dia, saat itu dirinya pergi bermain di SMA Muhamadiyah Sape, karena sudah akrab dengan istri Ilyas yang tinggal dalam lingkungan sekolah. Namun justru dituduh yang tidak-tidak.

“Jika tuduhan itu benar, siapa yang melihatnya dan kenapa kami tidak digrebek dan ditangkap tangan saat itu,” kesalnya saat berada di ruang tunggu Unit Pidum Sat Reskrim, Rabu (20/1).

Atas tuduhan yang tidak mendasar itu kata DV, dirinya pun akan melaporkan terkait pencemaran nama baik. Rencananya, laporan akan disampaikan setelah dirinya memberikan keterangan sebagai saksi terhadap laporan Ilyas.

Menurutnya, Ilyas adalah seorang guru yang baik dan selalu menghormati orang lain. Tidak mungkin Ilyas melakukan hal senonoh itu. Apalagi Ilyas adalah seorang pendidik yang senantiasa mengajarkan hal baik pada murid-muridnya.

“Yang jelas tuduhan itu tidak benar, saya sangat keberatan atas tuduhan itu,” tegasnya.

Kasubbag Humas IPDA Ridwan membenarkan adanya pemeriksaan salah satu saksi terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Ilyas.

“Iya ada, saat ini sedang berproses,” tambahnya.

*Kahaba-05

Komentar

Kabar Terbaru