oleh

Aksi Hari Tani Nasional, Mahasiswa STISIP Bersitegang dengan Polisi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Memperingati hari Tani Nasional, mahasiswa dari Badan Eksekusi Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbozo Bima menggelar aksi di depan Kantor Pertanian Kabupaten Bima dan Kantor DPRD Kabupaten Bima, Kamis (30/9) sekitar pukul 11.00 Wita.

Aksi Hari Tani Nasional, Mahasiswa STISIP Bersitegang dengan Polisi
Massa aksi dari STISIP Mbozo Bima saat menggelar aksi di depan kantor DPRD Kota Bima. Foto: Deno

Terpantau aksi di depan Kantor DPRD terjadi ketegangan antara aparat Kepolisian dan mahasiswa. Massa aksi pun disemprot air dari mobil Water Canon. Namun tindakan aparat itu tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk melanjutkan perjuangan demi petani.

Dalam orasinya Ketua BEM STISIP Mbozo Bima Haerul meminta Dinas Pertanian untuk mencabut izin para pengecer pupuk nakal, kemudian mendesak Dinas Pertanian untuk menurunkan harga bibit pertanian dan mendesak untuk selalu memperhatikan harga pestisida. Massa aksi juga mendesak DPRD Kabupaten Bima untuk membuat regulasi yang menguntungkan petani.

Menurut Haerul, kondisi petani semakin hari semakin tidak baik dan tidak diperhatikan oleh pemerintah di tengah negara dalam kondisi pandemi Covid-19. Semua kebutuhan petani hingga sekarang tidak pernah tercukupi, terlebih mahalnya obat pertanian dan bibit untuk tanaman pertanian.

Kemudian meningkatkan kebutuhan petani merupakan sebuah keharusan, karena petani adalah sektor utama yang menentukan maju dan mundurnya sebuah daerah yang didominasi oleh sektor pertanian seperti di daerah Kabupaten Bima.

“Kami tidak akan berhenti berdemonstrasi jika persoalan ini tidak disikapi serius oleh pemerintah, dalam hal ini Dinas Pertanian dan anggota Dewan Kabupaten Bima,” tegasnya.

Beberapa menit melontarkan orasi, mahasiswa pun bertemu dengan Kasubbag Fasilitasi Sekwan Kabupaten Bima Muslimin. Di depan mahasiswa, dia menyampaikan bahwa aspirasi mahasiswa itu akan disampaikan ke Komisi II pada hari Senin pekan depan. Karena hari ini tidak ada satu orang pun dari Komisi II yang datang.

Usai berkoordinasi dengan Kasubbag tersebut, mahasiswa pun kembali ke kampus. Diakhir aksi Ketua BEM meminta pada pihak kepolisian agar 2 orang anggotanya yang diamankan segera dilepaskan.

*Kahaba-05


Kabar Terbaru