oleh

5 Warga Kecamatan Belo Terjangkit DBD, PKM Imbau Jaga Kebersihan Lingkungan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jumlah warga Kecamatan Belo yang terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), di awal tahun 2022 sebanyak 5 orang. Saat ini warga tersebut masih dirawat di Puskesmas (PKM) Belo.

5 Warga Kecamatan Belo Terjangkit DBD, PKM Imbau Jaga Kebersihan Lingkungan - Kabar Harian Bima
Puskesmas Belo. Foto: Ahyar

Kepala Puskesmas Belo Eny Andriani mengungkapkan, 5 orang warga yang terpapar DBD tersebut beralamat di Desa Renda, Desa Roka dan Desa Cenggu.



“2 orang dari Desa Roka, 2 orang di Desa Renda, dan 1 warga Desa Denggu. Saat ini masih dirawat di Puskesmas Belo,” ungkap Eny, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/1).

Baca:   Gandeng PKM Belo, Mahasiswa KKN STISIP Adakan Pengobatan Gratis di Desa Cenggu

Kondisi 5 pasien tersebut diakuinya, masih dapat ditangani di Puskesmas Belo. Sehingga tidak perlu dirujuk ke RSUD Bima.

“Pasien dari Desa Cenggu sudah dipulangkan. Semoga 4 pasien DBD lain juga bisa kembali pulih,” harapnya.

Sebagai bentuk pencegahan terhadap mewabahnya DBD sambung Eny, setiap ada kegiatan di posyandu selalu mengajak masyarakat untuk meningkatkan pola hidup sehat. Kemudian, penyuluhan guna meningatkan pengetahuan masyarakat tentang bahayanya penyakit DBD.

Baca:   Pembagian BPNT di Kecamatan Belo Bermasalah, Banyak Nama Hilang

“Sekarang musim hujan, jadi di posyandu kami selalu mensosialisasikan tentang bahaya demam berdarah,” terangnya.

Selain itu, pihaknya mulai awal tahun 2022 juga sudah memberikan abatesasi pada air yang tergenang dan tempat yang berpotensi berkembang biaknya nyamuk DBD.

“Kami juga meminta warga agar rutin menguras bak mandi,” ujarnya.

Kepala PKM Belo tersebut sangat berharap masyarakat peduli akan kebersihan lingkungan dan rumah, agar tidak lagi muncul kasus DBD yang dapat berakibat fatal.

Baca:   53 Rumah di Desa Renda Terbakar

Kepada para kepala desa di Kecamatan Belo agar bisa proaktif membantu PKM Belo agar ikut mengimbau warganya agar menjaga kebersihan lingkungan.

“Jangan anggap remeh, DBD juga sangat berbahaya dan menyebabkan kematian,” tegasnya.

*Kahaba-09


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabar Terbaru