SDN Inpres Teke Memperihatinkan, Sekolah Malas Perbaharui Dapodik

Kabupaten Bima143 Dilihat

Kabupaten Bima, Kahaba.- SDN Inpres Teke dalam keadaan memperihatinkan. Siswa-siswi dan guru pun terpaksa beraktivitas di bawah atap kelas sekolah yang rusak berat. Kondisinya membutuhan perhatian segera.

SDN Inpres Teke Memperihatinkan, Sekolah Malas Perbaharui Dapodik - Kabar Harian Bima
Kondisi SDN Inpres Teke. Foto: Ahyar

Kabid Dikdas Dikpora Kabupaten Bima Husnul Khatimah beralasan, pembangunan atau rehab TK, PAUD, SD dan SMP semua harus melewati pendataan dapodik, karena dapodik adalah rujukan.



“Dapodik dari akun sekolah harus diisi melalui aplikasi yang sudah disediakan. Mengisinya pu harus diisi sesuai standar, tidak boleh lebih atau kurang,” jelasnya, Kamis (31/3).

Sejak 2018 kata dia, pendataan dapodik melalui dinas. Kemudian dinas bersama kepala sekolah dan operator sekolah, mengambil langkah dengan melakukan Bimtek. Lalu setelah dievaluasi pihak sekolah yang tidak pernah mengisi data dapodik, pihaknya menyadari bahwa cara itu tidak efektif.

Baca:   SMAN 2 Kota Bima Terus Berbenah

Kemudian pada tahun 2022, pihaknya mengintervensi sejak pertengahan bulan Januari lalu, dengan cara mengundang 18 orang konsultan guna melakukan survei ditiap-tiap sekolah.

“Sudah diservei konsultan setiap sekolah ditiap kecamatan, karena 1 orang konsultan itu ditempatkan di satu kecamatan,” imbuhnya.

Sekitar pertengahan Februari sambung Husnul, para konsultan melakukan analisa data di dinas selama 2 pekan. Lalu awal Maret, pihaknya bersama konsultan mengundang semua operator dan kepala sekolah tanpa terkecuali, untuk dipandu cara pengisian dapodik oleh konsultan selama 6 hari.

Baca:   Mulai Besok, Guru Tidak Boleh Merokok di Sekolah

“Bukan hanya satu kali saja kita memberikan bimbingan, sudah sering kali. Tapi memang pihak operator dan kepala sekolahnya malas, karena ada banyak dapodik dari 3 tahun lalu tidak diperbaiki,” bebernya.

Sementara ketika dicek dapodik SDN Inpres Teke, ternyata yang diisi, kondisi sekolah baik-baik saja dan tidak ada yang rusak. Padahal pihaknya sudah 2 kali mengadakan Bimtek.

Baca:   Tiga Komitmen SYUKUR Untuk Memajukan Pendidikan

“Data dapodik SDN Inpres Teke itu masih sama dengan data 3 tahun lalu,” ungkapnya.

Menanggapi ini, tentu pihaknya tidak tinggal diam, apalagi mengingat batas pendaftaran dapodik sampai tanggal 31 Maret. Sementara operator SDN Inpres Teke tadi malam sudah dipanggil untuk memperbaiki dapodik dan dibimbing oleh pegawai di dinas.

“Alhamdulillah data dapodiknya sudah diperbaiki. Jadi kalau ada sekolah yang rusak, jangan hanya lapor secara lisan, perbaiki data dapodiknya agar data langsung terbaca pusat,” tambahnya.

*Kahaba-09


Komentar