oleh

PPNI Kabupaten Bima Helat Musda ke-VI

Kabupaten Bima, Kahaba.- Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bima menggelar kegiatan Musda VI, di Hotel Muthmainnah, Sabtu (23/7). Kegiatan yang mengusung tema “Perawat Bersama Rakyat Menuju Bima Sehat dan Ramah” itu dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bima, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Ketua DPW PPNI NTB dan sejumlah pejabat OPD Lingkup Pemkab Bima.

PPNI Kabupaten Bima Helat Musda ke-VI - Kabar Harian Bima
Suasana Musda ke-VI PPNI Kabupaten Bima. Foto: Bin

Ketua panitia kegiatan Hj Nuraini saat laporan menyampaikan, pelaksanaan Musda mengacu pada AD/RT yang dilaksanakan 5 tahun sekali. Sementara jumlah peserta pada Musda kali ini sebanyak 56 orang.



“Kehadiran peserta Musda 100 persen, sehingga kegiatan ini bisa berjalan,” katanya.

Adapun rangkaian kegiatan sambungnya yakni usai pembukaan Musda, dilaksanakan sidang pleno dan pelantikan Ketua DPD terpilih periode 2022-2027.

“Untuk sumber dana berasal dari bantuan hibah dari pemerintah daerah, kas organisasi, iuran anggota dan donatur yang tidak mengikat,” sebutnya.

Baca:   Pimpin Apel di RSUD Bima, Wabup Beri Arahan Dokter dan Perawat

Ketua PPNI Kabupaten Bima Fitri Kurniati ketika sambutan menjelaskan, PPNI berdiri 48 tahun lalu, atau tepatnya pada tanggal 17 Maret 1974. Organisasi profesi ini berperan sebagai wadah seluruh perawat di Indonesia, serta hadir sebagai wadah pembuatan kebijakan, pemersatu, pembina, pengembang, dan pengawas keperawatan di Indonesia.

“Kegiatan Musda ini merupakan pelaksanaan kedaulatan tertinggi di tingkat daerah,” ujarnya.

Diakui Fitri, dalam menjalankan tugas organisasi profesi ini disayangi anggota, dicintai pemerintah dan diperhitungkan oleh organisasi lain. Kecintaan anggota terhadap organisasi profesi dari hari ke hari, semakin besar. Terlihat dengan bagaimana bangga dan solidnya rekan-rekan sejawat untuk senantiasa menunjukkan eksistensinya.

“Tidak dapat dipungkiri bagaimana besarnya kontribusi perawat sebagai ganda terdepan pelayanan kesehatan dan kemanusiaan. Terutama di masa-masa Pandemi Covid dan bencana,” ungkapnya.

PPNI Kabupaten Bima Helat Musda ke-VI - Kabar Harian Bima
Ketua PPNI Kabupaten Bima Fitri Kurniati saat menyampaikan sambutan. Foto: Bin

Total jumlah anggota PPNI Kabupaten Bima 1.514 orang, terhadap jumlah itu beber Fitri, pada sisi kesejahteraan perawat masih rendah. Semoga ini menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam penetapan jumlah formasi kebutuhan perawat dalam proses rekruitmen CPNS.

Baca:   PPNI Bima Evakuasi Puluhan Warga Korban Gempa

Di tempat yang sama, Ketua DPW PPNI NTB H Muhir menegaskan, tenaga perawat merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan manusia. Perannya begitu penting guna memberikan perlindungan bagi masyarakat dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan, serta mendapatkan kesamaan pelayanan yang berkualitas.

Pada kesempatan itu, Muhir juga menyampaikan pihaknya terus mempermudah verifikasi di Kabupaten Bima, supaya STR-STR yang tidak diurus dulu bisa diselesaikan pada satu hari.

“Ini dilakukan karena amanah undang-undang keperawatan. Jadi STR tidak sulit lagi diperoleh, tergantung anggota aktif atau tidak aktif mengurus,”  pungkasnya.

Dia berharap Musda kali ini berjalan lancar dan sukses. Sehingga pada kepengurusan PPNI Kabupaten Bima 5 tahun mendatang bisa membesarkan organisasi dan memberikan pengabdian terbaik.

Sementara itu, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri saat sambutan menyampaikan apresiasi positif untuk terselenggaranya Musda PPNI ke-VI. Terlaksananya musyawarah ini adalah sebuah kewajaran, atas sehatnya tubuh organisasi, dimana seluruh anggotanya memiliki kepedulian yang sama dan berkomitmen untuk memajukan organisasi.

Baca:   Semua Perawat di Kota Bima Belum Teregistrasi Nasional

Lebih dari itu, momentum musyawarah ini hendaknya menjadi kesempatan untuk merefleksi dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan serta program kerja yang telah dilaksanakan selama satu tahun ke belakang.

“Saya mengimbau PPNI untuk senantiasa meningkatkan soliditasnya, sebab masing-masing anggota memiliki tanggung jawab yang sama atas kemajuan organisasi. Soliditas ini hendaknya tidak hanya berlaku secara internal dalam kehidupan berorganisasi, namun juga di lapangan dalam menjalankan profesinya sebagai perawat.

Bupati mengatakan, profesi perawat sangat erat hubungannya dengan keselamatan dan nyawa manusia. Maka melalui musyawarah ini, ia berharap akan terpilih ketua dan pengurus PPNI yang mampu melaksanakan amanah dengan profesional dan penuh tanggung jawab selama periode menjabat.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.