Ini Analisis BMKG Bima Hujan Turun di Awal September

Kabupaten Bima460 Dilihat

Kota Bima, Kahaba.- BMKG Bima menyampaikan analisis soal hujan di Kota Bima dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat juga diharapkan agar tetap mewaspadai adanya cuaca ekstrem.

Ini Analisis BMKG Bima Hujan Turun di Awal September - Kabar Harian Bima
Ilustrasi

Kepala BMKG Bima Topan Primadi menjelaskan, prakiraan curah hujan probabilistik dasarian I September 2022 yakni dengan intensitas lebih dari 20 mm terjadi merata diseluruh wilayah Bima dan Dompu, dengan tingkat probabilitas berkisar antara 60-80 persen, kecuali wilayah Wera, Lambu, Sape dan Ambalawi probabilitas berkisar antara 10-40 persen.



“Peluang curah hujan dengan intensitas lebih dari 50 mm terpantau terjadi di wilayah Kabupaten Dompu, namun probabilitasnya masih sangat rendah yaitu antara 10-20 persen,” jelasnya, Rabu (7/9).

Baca:   BMKG Bima: Ini Kemarau Paling Panjang

Kemudian prakiraan curah hujan dan sifat hujan Bulan September 2022, wilayah Bima dan Dompu curah hujan umumnya berada dalam kategori rendah, dengan sifat hujan yang bervariasi yaitu bawah normal hingga atas Normal.

Sementara prakiraan tingkat kekeringan di Pulau Sumbawa Bulan Agustus – Oktober 2022, untuk wilayah Bima dan Dompu berada dalam kategori normal hingga agak basah.

Terhadap penjelasan tersebut sambungnya, maka kesimpulan, pertama berdasarkan data analisis dan prakiraan curah hujan diketahui di wilayah Bima dan Dompu pada Bulan September 2022 umumnya masih dalam kategori rendah.

“Peluang curah masih cukup
tinggi dengan intensitas lebih dari 20 mm dan terjadi merata di wilayah Bima dan Dompu,” paparnya.

Baca:   Siklon Tropis Seroja, Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Selatan NTB

Kedua untuk kondisi kekeringan di wilayah Bima dan Dompu masuk dalam kategori normal hingga agak basah. Kemudian kekeringan normal terjadi di Kabupaten Dompu dan sebagian Kabupaten Bima bagian Utara seperti Sanggar, sedangkan kategori agak basah umumnya terjadi di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima bagian timur, selatan dan Kabupaten Bima bagian barat.

Ketiga, meskipun masih dalam musim kemarau perlu diwaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Bima dan Dompu seperti hujan lebat, maupun angin kencang.

Baca:   BMKG Bima Imbau Warga Waspada Banjir, Puting Beliung dan Tanah Longsor

“Masyarakat juga diharapkan agar tetap selalu memperhatikan informasi BMKG terlebih dahulu dalam perencanaan kegiatan,” sarannya.

Keempat sambung Topan, hujan yang terjadi di wilayah Bima dan Dompu pada tanggal 6 September 2022 berdasarkan hasil analisis disebabkan oleh adanya fenomena La Nina lemah, anomali suhu muka laut yang hangat di sekitar perairan Bima dan Dompu, serta kondisi kelembapan udara yang basah terpantau dari lapisan permukaan hingga 500hpa, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

“Potensi hujan dengan intensitas ringan – sedang dipredikasi masih berpotensi terjadi hingga tanggal 9 September 2022 di wilayah Bima dan Dompu,” tambahnya.

*Kahaba-01


Komentar