Kembangkan Kemampuan Public Speaking Kepala Sekolah Melalui Training for Trainer

Oleh: Nurcahyaning Samsi Pertiwi*

Nurcahyaning Samsi Pertiwi. Foto: Ist

Menurut kamu public speaking itu penting gak sih? Kalo aku sih yes. Jelas penting karena kemampuan tersebut akan memudahkan kita dalam berinteraksi dengan orang lain. Mau ikut kelas public speaking tapi lagi lockdown? Ah itu bukan alasan, nih kenyataannya para Kepala Sekolah dan Madrasah tetap aktif dan semangat menimba ilmu.

Kamis (16/4/2020) KAWAN SLI penempatan Kabupaten Bima mengadakan kelas online yang diikuti oleh para kepala sekolah dan madrasah dampingan. Kepala sekolah dan madrasah ini berasal dari Kecamatan Belo dan Palibelo. Kelas online dengan materi training for trainer ini bertujuan meningkatkan kemampuan public speaking para peserta.

Mau tahu apa saja yang dibahas dalam kelas online ini?

Nah training for trainer ini membahas tentang tiga kunci sukses melakukan training. Kunci yang pertama adalah persiapan. Persiapan dibagi menjadi dua, yaitu persiapan sebelum training dan persiapan diri. Kita akan membahas persiapan sebelum training terlebih dahulu.

Sebagai seorang trainer kita harus datang lebih awal. Usahakan untuk datang maksimal 30 menit sebelum acara dimulai. Kita juga harus menyiapkan penampilan diri. Maksudnya adalah mendalami penguasaan materi.

Seorang trainer tentunya kita membutuhkan peralatan untuk training kan? Untuk hal tersebut kita bisa menyiapkan secara pribadi maupun meminta bantuan panitia. Kemudian hal penting lainnya adalah kalibrasi peserta. Hal ini bertujuan untuk mengetahui jumlah, usia, gender, maupun latar belakang audience kita.

Hal terakhir yang tak kalah penting adalah kenali tempat. Kita sebaiknya mengetahui lokasi training dan kondisi ruangan yang akan kita gunakan.

Itu semua adalah persiapan sebelum training. Selanjutnya untuk persiapan diri mencakup pakaian, fisik, dan aksesoris. Kenakan pakaian yang sesuai dengan tema yang akan kita sampaikan. Siapkan juga tampilan fisik from head to toe (dari pangkal kepala sampai ujung kaki). Perhatikan juga aksesoris yang kita kenakan ya. Jangan sampai berlebihan.

Kunci sukses yang kedua adalah materi/konten yang kita sampaikan. Dalam penyajian materi kita wajib memegang tiga prinsip yaitu why, what, dan how. Untuk menggali why kita harus mengungkapkan alasan-alasan pentingnya peserta mengikuti training yang kita bawakan. Temukan manfaat bagi pribadi peserta setelah mendapatkan materi yang kita sampaikan.

Setelah itu barulah kita giring peserta pada what, yaitu penjelasan tentang konten yang akan kita sampaikan. Dari sini kita menuju how. Pada prinsip how berikan cara agar para peserta dapat melaksanakan pesan materi sehingga tujuan materi dapat tersampaikan.

Kunci sukses yang ketiga adalah delivery/menyampaikan. Cara menyampaikan materi terbagi menjadi tiga hal. Pertama adalah opening/pembukaan. Sebagai trainer sudah seharusnya kita memberikan first impression (kesan pertama) yang memukau ketika pembukaan.

Selanjutnya proses penyampaian materi bisa kita lakukan dengan memadukan olah vokal, olah tubuh, dan menggunakan metode yang tepat. Poin ketiga adalah menutup training dengan penutupan yang berkesavn. Kita bisa menutup training dengan lagu, quote, puisi, kata mutiara, maupun cerita inspiratif.

Jadi tiga kunci sukses melakukan training adalah persiapan, materi, dan delivery. Selamat mempraktikkan.

*Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *