oleh

Petahana Terancam Dalam Pilkada Bima 2020

-Opini-16 kali dibaca

Oleh: Doktor Buhari Fakkah*

Doktor Buhari Fakkah. Foto: Ist

Posisi petahana benar-benar terancam. Ancaman itu bukan karena petahana salah memilih wakil. Mau wakil dengan siapapun tidak mengubah kedudukan ancaman bagi petahana.

Segala upaya petahana lakukan agar bisa keluar dari ancaman itu. Tapi tetap tidak bisa. Fakta lapangan mempertegas itu. Hasil riset kredibel  juga menunjukan itu.

Sesulit itukah petahana? Jawabannya ia.

Tuntutan masyarakat petani dari tahun ke tahun tak kunjung teratasi. Isu petani menggugah moral konsolidasi aksi massa mahasiswa, protes publik dimedia sosial. Itu berlangsung kontinyu.

Apakah aksi itu murni atau tidak? Tidak relevan dibahas apalagi dianalisis. Isu yang mereka usung benar. Elektabilitas petahana mengalami tekanan. Aksi hanya satu variabel yang mengancam elektabilitas petahana.

Menguntungkan siapa isu petani itu?

Ya Syafaad lah. Syafaad menunggangi itu, langsung maupun tidak langsung. Reting elektabilitas Syafaad menunjukan grafik peningkatan yang cukup baik.

Segala kemungkinan terburuk, petahana bisa membalikan keadaan jika disisa kepemimpinan mampu meletakkan program spektakuler. Dan dengan itu, sentimen persepsi negatif bisa dinormalkan.

Dalam kegagapan petahana menjawab keluhan publik, petahana berusaha melakukan penetrasi dari tahun ke tahun dengan memberikan bantuan ke masjid dan mushollah, mengunjungi orang sakit.

Citra petahana yang merakyat lekat dengan taktik bagi-bagi bantuan. Pada titik itu, petahana masih memegang piala primadona di arus bawah. Tapi jangan lupa, perubahan peta arus bawah secepat kilat berubah akibat rapinya skema strategi elit lapisan menengah ke atas.

Situasi terkini fasenya tidak lagi bicara pemerintah sukses atau pemerintah gagal. Tidak lagi bicara petani makin baik atau makin buruk.

Tapi epecentrum isunya beralih pada petahana harus menang & lawan petahana juga mengatakan hal yang sama. Tentu seru dan berseteru hingga Desember yang akan datang.

Apakah petahana lolos mewujudkan kelihaian politiknya? Apakah Syafaad makin lincah memerankan show of force? Ataukah ada poros lain yang sedang berselancar dalam irama permainan cantik?

Rakyat arus bawah tidak mengerti perubahan, tidak mengerti kesejahteraan angka-angka statistik. Tapi mereka tau arti sebuah kemiskinan. Maka mereka tidak menolak diberi makan walau terasa pahit. Itulah faktanya.

*Dosen YPUP Makassar dan Pencermah NDP HMI seluruh Indonesia.

Komentar

Kabar Terbaru