oleh

UKM Marimpa Kembangkan Pangan Lokal Jewawut Sebagai Upaya Diversifikasi Produk

-Opini-154 Dilihat

Oleh: Muhammad Salmin*

UKM Marimpa Kembangkan Pangan Lokal Jewawut Sebagai Upaya Diversifikasi Produk - Kabar Harian Bima
Owner Marimpa Muhammad Salmin. Foto: Ist

Indonesia merupakan negara yang kaya akan warisan keanekaragaman hayati. Memiliki kekayaan biodiversitas pangan lokal yang cukup besar dan beragam. Terdapat sekitar 100 jenis pangan sumber karbohidrat, 100 jenis kacang-kacangan, 250 jenis sayuran, dan 450 jenis buah-buahan, dan seterusnya. Namun, seiring berjalannya waktu dan perubahan pola hidup masyarakat, warisan kearifan pangan lokal ini semakin hari semakin terlupakan, bahkan keberadaannya terancam punah. Seperti saat ini, konsumsi karbohidrat didominasi padi-padian saja, terutama beras dan gandum. Sementara potensi sumber daya pangan Indonesia cukup berlimpah. Para petani dalam hal ini menjadi tonggak utama ketersediaan pangan. Namun tidak banyak petani yang masih mau mempertahankan ketersediaan pangan lokal sehingga keberadaanya semakin terbatas. Sejatinya, pangan lokal kita memiliki kandungan gizi yang lebih baik dan memiliki nilai- nilai kearifan yang luhur.



Beberapa tahun terakhir, pandemi Covid-19 mengubah pola konsumsi di sektor pangan, perubahan pola konsumsi pangan ini terjadi karena pengaruh daya beli masyarakat khususnya terhadap konsumsi 9 bahan pokok. Pangan lokal memiliki peran sangat penting dalam konstruksi sistem pangan nasional di masa pandemi covid 19 ini. Karena pangan lokal bisa menjadi alternatif sumber keragaman bahan pangan untuk pencapaian ketahanan pangan dan gizi keluarga.

Baca:   UKM di Desa Harus Mandiri dan Berkembang

Marimpa merupakan salah satu brand produk yang bergerak pada bisnis berbasis lokalitas. Yang terinspirasi dari para petani kecil yang masih melestarikan warisan pangan yang terabaikan bahkan terlupakan, dan juga terinspirasi dari para penjual makanan tradisional. Marimpa fokus pada diversifikasi pangan dari bahan dasar Jewawut. Karena dua bahan pangan ini adalah sekian dari kekayaan warisan pangan lokal yang keberadannya mulai terlupakan. Namun memiliki peluang yang baik untuk dijadikan pengganti beras. Produk yang dihasilkan Marimpa yaitu berupa beras, tepung, nasi, bubur, puding, dodol dan aneka cookies, cake dan snack lainnya. Strategi marketing yang dilakukan yaitu secara offline maupun secara online.

UKM Marimpa Kembangkan Pangan Lokal Jewawut Sebagai Upaya Diversifikasi Produk - Kabar Harian Bima
Salah satu Produk Marimpa. Foto: Ist

Selanjutnya, Marimpa akan terus berupaya untuk ikut turut serta dalam mengkampanyekan kembali keberadaan pangan lokal yang terlupakan untuk dijadikan alternatif pangan sehat. Jika bisa dikelola dengan baik, keanekaragaman pangan lokal yang kita miliki pasti cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jika konsumsi pangan masyarakat lebih beragam, dampak positif lainnya adalah petani akan menganekaragamkan usaha taninya, pengolahan pangan lokal di pedesaan akan tumbuh berkembang, dan bisnis kuliner berbahan baku pangan lokal juga semakin banyak dan digemari. Upaya mengedukasi masyarakat agar mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu dengan mengalihkannya ke konsumsi pangan yang lebih beragam ini sangatlah penting untuk dilakukan. Salah satu jalannya adalah mengembalikan eksistensi pangan lokal Indonesia.

Baca:   38 Penjahit Wanita Akan Dibantu Mendirikan Usaha

Sejauh ini, Marimpa telah melakukan beberapa inisiasi untuk mengembalikan keberadaan pangan lokal khususnya pada Jewawut, yaitu: Pertama, melakukan penanaman dan menjalin kerjasama dengan para petani dan kelompok tani serta Dinas Pertanian Kabupaten Bima dalam penanam jewawut hingga terpenuhinya target awal penanaman seluas 5 Hektar dibeberapa lokasi Kota dan kabupaten Bima dari tahun 2020.

Kedua, pemberdayaan kelompok wanita tani dalam pengembangan olahan jewawut sebagai pangan local (oleh- oleh daerah). Ketiga, melakukan sosialisasi pada beberapa lembaga pendidikan dengan menjadi nara sumber pada guru tamu dan lainnya. Keempat, menjalin kolaborasi pengabdian masyarakatBersama Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui pelatihan diversifikasi olahan Pangan local di Kota Bima- 2021

Kelima, menjalin Kerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram jurusan Tata Boga- 2020. Keenam, ikut serta dalam competisi Wirausaha Muda NTB- dan menjadi Finalis TOP 10 tahun 2020. Ketujuh, Terpilih sebagai UMKM penyaji Main Course berbahan dasar pangan Lokal pada agenda makan siang Bapak Menteri Parekraf Bapak Sandiaga Salahudin Uno dan Rombongan Deputi serta pasangan Artis/ Youtuber Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, serta jajaran pemerintahan Daerah NTB, dalam rangka kunjungan Kerja dan peresmian Desa Wisata di Bima NTB- 2021.

Baca:   32 Stand Pameran Expo Sudah Mulai Ditempati

Kedelapan, Ikut serta dalam competisi Florata Academy dan masuk Finalis 12Labuan Bajo Flores yang diadakan oleh Kemenparekref dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) NTT.

Tentunya hasil kreasi terhadap produk pangan lokal Jewawut tersebut harus mampu memenuhi tuntutan konsumen yang terus berkembang, yaitu selain menuntut aspek kesenangan,kenikmatan rasa dari produk pangan, konsumen tetap menghendaki aspek kesehatan. Tidak hanya mencakup aspek gizi, mutu, dan keamanan pangan, tetapi juga aspek preferensi konsumen.

Sehingga Marimpa dengan olahan Produk Jewawut yang memiliki kekhasan dan etnisitasnya yang tinggi senantiasa memastikan keamanan pangannya. Karena produk pangan lokal memiliki kekhasan lokal (spesifik lokasi) maka diperlukan penanganan dan pengelolaan pangan yang sesuai. Selain inovasi, faktor yang tidak kalah penting dalam perjalanan Marimpa adalah peran pemerintah daerah dalam mendukung dan memajukan produk pangan lokal. Dengan bantuan modaldan berbagai pelatihan- pelatihan yang diberikan akan sangat membantu untuk kemajuan usaha sampai sekarang.

*Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Manajemen Inovasi Universitas Teknologi Sumbawa


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.