Minim Event, Pemain Sepakbola Beralih ke Futsal

Kota Bima, Kahaba.- Minimnya event  sepakbola di Kota Bima, mengharuskan beberapa pemain untuk memilih bermain di cabang olahraga Futsal. Seperti yang dialami oleh pesepakbola profesional Erwin, belum lama ini dirinya memutuskan untuk banting setir ke Futsal, karena sepinya kejuaraan sepakbola di daerah.

Erwin dan beberapa temannya memilih masuk Tim Futsal Kota Bima. Tampak Tim Futsal Kota Bima berpose dengan Ketua Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Kota Bima, Iman Soryo Wibowo. Foto: Eric

Perpindahan itu diakui  Erwin usai berlatih di arena Futsal Ulet Jaya Bima. Dirinya beralasan, kepindahan tersebut guna mengembangkan bakatnya sebagai pemain futsal profesional yang handal, dan mampu bersaing dengan atlet berbakat lainnya.

“Terjun ke dunia futsal saya pikir lebih baik dari pemain sepak bola. Mau bagaimana, event sepakbola di daerah ini sepi. Saya juag meyakini, Futsal akan berkembang lebih baik ke depan,” ujarnya Senin (12/11).

Menurut Erwin, kepindahan dirinya dengan beberapa orang temannya karena khawatir karir tidak bisa berkembang dengan baik. Selain itu, faktor penting lain adalah, minimnya perhatian dari pemerintah daerah.

“Event sepakbola profesional di Kota Bima sangat jarang. Apalagi tidak ada perhatian dari pemerintah. Ini menambah keyakinan dan keputusan kami untuk pindah ke futsal,” katanya.

Sebelum resmi hijrah ke Cabor Futsal sejak 1 tahun terakhir, Erwin mengaku pernah bermain dan bahkan menjuarai event sepakbola professional antar kabupaten di Pulau Sumbawa. Dirinya bahkan pernah bertanding hingga sampai di tingkat regional, mewakili Kota Bima.

“Tapi setelah itu tidak ada lagi kegiatan. Padahal kita juara sampai di Mataram. Ada event di Bali dan Jakarta kita tidak ikut karena selalu terkendala biaya,” tandasnya.

Dia berharap ke depannya, event sepak bola professional harus terus diadakan. Karena banyak bibit yang berpontensi untuk dibina menjadi pesepakbola handal.

Sementara itu Ketua Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Kota Bima, Iman Soryo Wibowo juga mengaku banyaknya para pesebakbola muda professional yang beralih ke Futsal. Kata dia hal itu lebih disebabkan kurangnya event dan kegiatan untuk mengasah kemampuan mereka.

“Event yang banyak digelar bola plastik. Hampir di seluruh pelosok event ini digelar. Sehingga kita sulit mengembangkan minat dan bakat,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *