Kabar Kota Bima

Safari Menanam, BKPH Maria Donggo Luncurkan Program Pemulihan Lahan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

127
×

Safari Menanam, BKPH Maria Donggo Luncurkan Program Pemulihan Lahan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Maria Donggo bersama Dewan Pengurus Cabang Himpunan Alumni IPB (DPC HA-IPB) Bima Dompu dan Aksi Relawan Mandiri (ARM) HA-IPB menggelar kegiatan Safari Menanam, sekaligus meluncurkan demplot pemulihan lahan tangkapan air di kawasan So Santangi, perbatasan Kota dan Kabupaten Bima (Kelurahan Dodu–Desa Ntori), Sabtu 6 Desember 2025.

Kegiatan Safari Menanam Pohon yang digelar BKPH Maria Donggo. Foto: Ist

Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi bersama dalam memulihkan kerusakan lahan, sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis hasil hutan bukan kayu.

Dalam sambutannya, Kepala BKPH Maria Donggo Ahyar menyampaikan, Safari Menanam merupakan agenda rutin yang digelar setiap awal musim hujan untuk menghidupkan kembali budaya menanam pohon, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ini ajakan agar masyarakat ikut menjaga hutan kita melalui gerakan nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kata dia, sekitar 200 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut, terdiri dari anggota kelompok tani hutan Kecamatan Wawo dan Rasanae Timur, alumni IPB, perangkat desa/kelurahan, serta seluruh personel BKPH. Sebanyak 1.000 bibit kemiri dan kayu putih ditanam.

“Lokasi penanaman berada di area demplot seluas 10 hektare yang akan menjadi model pemulihan lahan tangkapan air sekaligus sumber usaha masyarakat. Area ini juga termasuk dalam areal Perhutanan Sosial,” katanya.

Ahyar menambahkan, model pengelolaan yang diterapkan menggabungkan dua tujuan utama, pertama pemulihan ekosistem dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui hasil hutan bukan kayu.

Ia berharap langkah ini mendukung target pemerintah daerah dalam penanganan kemiskinan ekstrem dan penguatan ketahanan pangan.

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, kelompok tani hutan (KTH) turut menandatangani pernyataan kesediaan menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam.

Ketua DPC HA-IPB Bima Dompu, Maulana Ishak menegaskan bahwa program ini bukan proyek jangka pendek.

“Demplot ini akan kami kawal minimal empat tahun ke depan. Hari ini adalah gerbang awal,” katanya.

Ketua Umum ARM HA-IPB, Ahmad Husein menegaskan, program lingkungan seperti ini penting sebagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, terutama banjir dan longsor.

“Kami tidak hanya ingin hadir setelah bencana terjadi. Pemulihan lahan di titik rawan seperti So Santangi ini adalah langkah pencegahan yang sangat strategis,” tegasnya.

Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat ARM HA-IPB, Wien Kuntari menyampaikan bahwa pihaknya siap terlibat dalam penyuluhan, pelatihan, hingga perluasan jaringan mitra pendukung.

“Program ini akan kami masukkan dalam Rencana Kerja Tahunan ARM HA-IPB tahun 2026,” pungkasnya.

*Kahaba-01