Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima menggelar rapat pemantapan persiapan Festival Rimpu Mantika 2026 di Aula Kantor Pemkot Bima, Senin 20 April 2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin, didampingi Sekretaris Daerah H Fakhrunraji, serta dihadiri seluruh kepala OPD, camat, dan lurah se-Kota Bima.
Festival tahunan yang kini telah masuk kalender event nasional ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, 24 hingga 27 April 2026. Agenda utamanya, Pawai Rimpu, diproyeksikan diikuti belasan ribu peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai pelajar, ASN, organisasi perempuan, hingga komunitas.
Sekda Kota Bima H Fakhrunraji menegaskan, status Festival Rimpu Mantika sebagai event nasional menjadi tantangan tersendiri bagi daerah. Apalagi, sejumlah pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dijadwalkan hadir langsung.
“Kita harus membuktikan bahwa Kota Bima siap menjadi tuan rumah event nasional. Semua perangkat daerah harus bekerja maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima H Soekarno menjelaskan, festival tahun ini mengusung tema “Eco Green Festival” yang mengedepankan konsep ramah lingkungan.
Mulai dari pengurangan sampah plastik, penggunaan material berkelanjutan, hingga edukasi ecowisata akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Sementara itu, Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin dalam arahannya menekankan pentingnya komitmen seluruh jajaran, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Ia meminta seluruh OPD, camat, dan lurah untuk mengoptimalkan potensi daerah serta melibatkan masyarakat dan pihak sponsor.
“Ini adalah wajah Kota Bima di tingkat nasional. Suksesnya festival ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Selain itu, Wali Kota juga menginstruksikan agar aspek pengamanan, kebersihan, rekayasa lalu lintas, dan pelayanan tamu dipersiapkan secara matang melalui koordinasi intensif dengan Polres Bima Kota dan Kodim 1608/Bima.
Pemkot Bima optimis, Festival Rimpu Mantika 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas UMKM.
*Kahaba-01














