Kabupaten Bima

Berawal dari Relawan Literasi, Salahuddin Kini Bangun Generasi Qurani di Pedesaan

1
×

Berawal dari Relawan Literasi, Salahuddin Kini Bangun Generasi Qurani di Pedesaan

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Bima, Kahaba.- Berjalan kaki dari satu rumah ke rumah lain, menyusuri kampung, menjadi bagian dari perjuangan Salahuddin membangun pendidikan anak-anak di pedesaan. Jauh sebelum mendirikan yayasan tahfiz, ia telah lebih dahulu mengabdikan diri melalui gerakan literasi baca tulis di wilayah pedalaman dan pesisir sejak 2012.

Salahuddin dan Yayasan Tahfiz yang dibangunnya. Foto: Ist

Perjalanan itu bukan urusan mudah. Keterbatasan fasilitas belajar, medan yang sulit dijangkau, serta pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Namun, keterbatasan tidak memadamkan semangatnya untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Pengabdian tersebut bahkan mengantarkannya meraih sejumlah penghargaan di tingkat daerah, provinsi, hingga pusat.

Bagi Salahuddin, literasi merupakan pintu untuk membuka wawasan dan memperluas kesempatan anak-anak dalam meraih masa depan. Kemampuan membaca dan menulis menjadi pondasi penting bagi pendidikan, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah dengan akses belajar terbatas.
Semangat itulah yang kemudian berkembang menjadi ikhtiar membangun pendidikan berbasis Al Quran.

Salahuddin mengaku, tahun 2024 atas izin Allah SWT mendirikan Yayasan Tahfiz Al Quran Salahuddin Al-Ayyubi. Yayasan ini menjadi langkah lanjutan dari pengabdian yang sebelumnya berfokus pada literasi umum menuju pembinaan generasi Qurani yang cerdas, berakhlak, dan mencintai Al Quran.

“Pada awal pendirian, saya tidak sekadar menunggu anak-anak datang untuk belajar, tapi justru mendatangi mereka. Selama dua bulan, saya turun langsung mengelilingi kampung, mengunjungi rumah-rumah warga, dan berjalan kaki untuk mengajak anak-anak mengikuti pendidikan Al Quran,” terangnya.

Pendekatan dari rumah ke rumah itu menjadi cara untuk membangun kepercayaan orang tua sekaligus memperkenalkan pentingnya pembinaan Al Quran sejak dini. Ikhtiar tersebut perlahan membuahkan hasil. Pada tahap awal, lebih dari 40 anak bergabung menjadi santri.

Waktu berjalan, dan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan yang dikembangkan yayasan terus tumbuh. Cabang pertama yang berlokasi di Desa Oi Maci kini membina lebih dari 200 santri. Proses belajar mereka didampingi oleh 10 orang pengajar yang membantu membimbing santri dalam menghafal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al Quran.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu gambaran besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan Qurani. Bagi yayasan, bertambahnya jumlah santri bukan semata-mata capaian angka, tetapi juga amanah untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran dan membentuk karakter anak-anak.

“Tingginya minat masyarakat kemudian mendorong yayasan memperluas jangkauan pengabdian. Cabang kedua dibuka di Desa Sangia untuk mendekatkan akses pendidikan Al Quran kepada anak-anak di wilayah sekitar,” terangnya.

Diakui Salahuddin, antusiasme masyarakat terlihat dari asal para pendaftar yang tidak hanya berasal dari Desa Sangia. Anak-anak dari Kampo Nae, Desa Rai Oi, Kowo, dan Lamere juga ikut mendaftarkan diri. Bahkan, kuota pendaftaran gelombang pertama telah terpenuhi sehingga yayasan kembali membuka pendaftaran gelombang kedua.

Perjalanan dari gerakan literasi tahun 2012 hingga berdirinya yayasan tahfiz tahun 2024 menunjukkan bagaimana sebuah pengabdian dapat berkembang ketika dijalankan secara konsisten. Dari upaya membuka akses baca tulis di wilayah pedalaman dan pesisir, kini ikhtiar tersebut berlanjut melalui pendidikan Al Quran yang menjangkau sejumlah desa.

Salahuddin berharap, Yayasan Tahfiz Al Quran Salahuddin Al-Ayyubi dapat terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dukungan para pengajar, orang tua, masyarakat, dan donatur menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan tersebut.

“Bagi saya, tujuan pengabdian bukan sekadar menambah jumlah santri, melainkan ikut menanamkan kecintaan terhadap Al Quran serta membentuk generasi yang berakhlak baik.

Kahaba-01