Kabupaten Bima, Kahaba.- Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten (Kemenhaj) Bima kembali memberikan bimbingan manasik haji kepada calon jamaah haji tahun 2027. Kegiatan tersebut dikemas dalam Sosialisasi Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah RI di Gedung Serba Guna Muhammadiyah, Kota Bima, Sabtu 17 Oktober 2026.
Bimbingan manasik kali ini berfokus pada pelaksanaan rukun dan wajib haji di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kegiatan tersebut diikuti 219 calon jamaah haji yang berasal dari Kecamatan Ambalawi, Wera, Lambu, Sape, Wawo, dan Palibelo.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari sosialisasi yang digelar sehari sebelumnya di Kecamatan Palibelo. Pada kegiatan tersebut, lebih dari 400 calon jamaah haji dari Kecamatan Belo, Woha, Monta, Lambitu, Parado, Langgudu, Bolo, Madapangga, Donggo, Soromandi, Sanggar, dan Tambora turut mengikuti bimbingan.
Hadir sebagai narasumber, Hj Mahdalena atau yang akrab disapa Umi Lena, Kapoksi Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Daerah Pemilihan NTB I, serta H Ikhwan Zulkifli selaku Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bima.
Dalam pemaparan materi bertajuk Regulasi Penyelenggaraan Haji Tahun 2027, Umi Lena menyampaikan bahwa biaya haji yang ditanggung jamaah pada 2027 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Subsidi sebesar Rp3 juta bagi setiap jamaah,” sebutnya.
Pada kesempatan itu, Umi Lena juga menyerahkan bantuan tongkat kepada jamaah yang membutuhkan, serta membagikan air zamzam kepada seluruh peserta. Dirinya juga menyampaikan rencana pemberian bantuan sebesar 50 riyal Arab Saudi kepada setiap jamaah yang berangkat ke Tanah Suci pada 2027.
Sementara itu, H Ikhwan Zulkifli menyampaikan materi tentang Pelaksanaan Ibadah Haji di Armuzna. Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan menuju Baitullah, melainkan juga perjalanan spiritual untuk memperbarui diri dan membentuk pribadi yang lebih baik.
“Setiap rangkaian ibadah haji, mulai dari niat dan ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, tawaf ifadah, sa’i, hingga tahallul, mengandung pelajaran tentang perubahan sikap dan perilaku,” ungkapnya.
Melalui ibadah haji, jamaah diharapkan mampu bertransformasi dari sifat egois menjadi peduli, sombong menjadi rendah hati, mudah marah menjadi sabar, boros menjadi sederhana, serta mengedepankan perdamaian dan solidaritas.
Ibadah haji juga menjadi momentum untuk mengarahkan kehidupan pada nilai-nilai tauhid, dengan menjadikan Allah SWT sebagai pusat pengabdian dan pedoman dalam setiap aktivitas.
Di akhir penyampaian materi, Ikhwan mengingatkan seluruh calon jamaah haji Kabupaten Bima agar menjaga kesehatan.
Ia juga meminta jamaah mengikuti pemeriksaan kesehatan yang mulai dilaksanakan di puskesmas wilayah masing-masing, sebagai bagian dari persiapan keberangkatan.
Ikhwan berharap seluruh calon jamaah haji Kabupaten Bima memenuhi persyaratan istithaah kesehatan, dapat menyelesaikan pelunasan biaya haji sesuai ketentuan, serta berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada waktunya.
“Kami juga berharap calon jamaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji mabrur,” harapnya.
*Kahaba-01













