Kabar Kota Bima

Dinsos Kota Bima Buka Peluang Kerja Sama, Program Sasar Anak Disabilitas

12
×

Dinsos Kota Bima Buka Peluang Kerja Sama, Program Sasar Anak Disabilitas

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bima menjajaki kerja sama dengan Yayasan Stepping Stone dan Global Village Foundation Bali untuk memperluas akses pelayanan sosial dan kemanusiaan, khususnya bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bima Rusdhan AR saat terima audiensi Yayasan Stepping Stone Bali dan Global Village Foundation Bali. Foto: Ist

Penjajakan tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Dinsos Kota Bima, Senin 19 Oktober 2026. Pertemuan itu membahas peluang penanganan anak dengan kondisi kaki pengkor sejak lahir atau clubfoot, serta dukungan alat bantu mobilitas berupa kursi roda bagi anak penyandang disabilitas.

Plt Kepala Dinsos Kota Bima Rusdhan AR menjelaskan, Yayasan Stepping Stone Bali memaparkan program penanganan kaki pengkor yang mengutamakan deteksi dini, pendampingan keluarga, dan rujukan cepat ke layanan kesehatan.

“Penanganan tersebut menggunakan metode Ponseti, yakni pemasangan gips secara bertahap, tindakan tenotomi apabila diperlukan, serta penggunaan penyangga atau brace untuk mempertahankan hasil koreksi kaki,” katanya.

Menurut Rusdhan, penggunaan brace umumnya dilanjutkan hingga anak berusia sekitar lima tahun dengan pemantauan berkala. Melalui program yayasan, layanan penanganan dan penyediaan alat pendukung ditawarkan secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Global Village Foundation Bali memiliki program dukungan kursi roda bagi anak-anak berusia 2 hingga 20 tahun. Program tersebut diharapkan dapat membantu anak penyandang disabilitas di Kota Bima memperoleh kursi roda sesuai kebutuhan, sehingga menunjang mobilitas, kemandirian, dan aktivitas sehari-hari.

Rusdhan menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik inisiatif kedua yayasan tersebut. Kolaborasi ini dinilai berpotensi membantu keluarga yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan rehabilitasi dan alat bantu disabilitas.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama yang lebih terarah dan berkelanjutan. Para pihak berharap tindak lanjutnya dapat dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

“Kerja sama itu nantinya diharapkan mencakup pendataan calon penerima manfaat, mekanisme rujukan, pendampingan keluarga, serta penyaluran bantuan agar tepat sasaran,” tambahnya.

*Kahaba-04