Kota Bima, Kahaba.- DPPKB Kota Bima berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP), Dinas Sosial (Dinsos), dan Balai Penyuluhan KB untuk memperkuat upaya percepatan penurunan stunting, melalui bantuan air bersih dan jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting.
Intervensi tersebut dilaksanakan di Kelurahan Panggi dan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kamis 29 Oktober 2026. Bantuan ini menyasar keluarga yang membutuhkan dukungan akses air bersih dan sanitasi layak, guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi ibu dan anak.
Kepala DPPKB Kota Bima H Ichwanul Muslimin menjelaskan, pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk air bersih dan sanitasi, merupakan bagian penting dalam upaya mencegah stunting.
Keterbatasan akses air bersih dan buruknya sanitasi dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti diare, yang berpotensi mengganggu penyerapan zat gizi pada anak.
“Intervensi ini berfokus pada penyediaan bantuan sarana air bersih, sekaligus pembinaan keluarga agar dapat menjaga kebersihan dan pola hidup sehat untuk mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.
Di Kelurahan Panggi, bantuan sarana air bersih disalurkan kepada keluarga sasaran yang membutuhkan. Berdasarkan data Balai Penyuluhan KB Kecamatan Mpunda, terdapat 25 keluarga berisiko stunting di wilayah tersebut.
Sementara itu, di Kelurahan Sambinae, DPPKB bersama Balai Penyuluhan KB menyalurkan bantuan jamban sehat bagi keluarga sasaran. Dari hasil pendataan dan verifikasi, tercatat 23 keluarga berisiko stunting di kelurahan tersebut.
Sekretaris DWP, Maharaeni H Ichwanul Muslimin menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan percepatan penurunan stunting sekaligus rangkaian peringatan HUT ke-27 DWP tahun 2026.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan KB Kecamatan Mpunda, Nuningsih menjelaskan, bantuan jamban sehat di Sambinae merupakan bentuk kontribusi para penyuluh KB melalui program Orang Tua Asuh.
“Selain bantuan fisik, keluarga sasaran juga mendapatkan edukasi tentang penggunaan dan perawatan jamban, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta pengelolaan limbah rumah tangga,” terangnya.
Lurah Panggi, Bambang, menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih yang diberikan. Menurutnya, masyarakat setempat kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga kesehatan anak.
Untuk memastikan manfaat program, DPPKB melalui Balai Penyuluhan KB, petugas lapangan, Tim Pendamping Keluarga, dan pihak terkait akan melakukan pemantauan secara berkala, termasuk terhadap kondisi sanitasi dan perkembangan kesehatan balita penerima manfaat.
*Kahaba-04













