Scroll untuk baca berita Kahaba.net
Kabar Kota Bima

71 Peserta Ramaikan Pameran Bonsai Kelurahan Penatoi, Bangkitkan Ekonomi Kreatif

61
×

71 Peserta Ramaikan Pameran Bonsai Kelurahan Penatoi, Bangkitkan Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Pameran bonsai yang digelar Pemerintah Kelurahan Penatoi, dalam rangka memeriahkan HUT ke-24 Kota Bima resmi ditutup, Senin 20 April 2026, setelah berlangsung selama tiga hari sejak 18 April.

Pameran Bonsai yang digelar Pemerintah Kelurahan Penatoi. Foto: Bin

Kegiatan ini diikuti sebanyak 71 peserta dengan menampilkan berbagai jenis bonsai unggulan seperti santigi, serut, sancang, loa, simbur hingga asam.

Pameran tersebut juga mendapat dukungan penuh dari para pelaku usaha di Kelurahan Penatoi yang turut ambil bagian sebagai sponsor.

Ketua panitia Saiful Akbar menyampaikan, bonsai bukan sekadar tanaman hias dalam pot, tetapi juga memiliki nilai seni dan ekonomi yang tinggi.

“Bonsai ini bukan hanya soal hobi, tapi juga bisa menjadi sumber ekonomi. Melalui pameran ini, kami ingin mendorong minat masyarakat sekaligus membuka peluang usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para penghobi untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman terkait teknik budidaya bonsai.

“Lewat tema ‘Melalui Seni Bonsai Kita Tingkatkan Ekonomi Kreatif’, kami ingin memperkuat komunitas sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru di bidang ini,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Penatoi Faisal mengungkapkan, pameran bonsai ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali geliat komunitas bonsai di Kota Bima setelah beberapa tahun vakum.

“Selain sebagai hobi, bonsai ini sudah berkembang menjadi peluang ekonomi. Bahkan, transaksi jual beli sudah menjangkau luar daerah,” katanya.

Faisal yang juga seorang penghobi bonsai berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan, agar kemampuan para pecinta bonsai semakin berkembang.

Mewakili Wali Kota Bima, Asisten I Setda Kota Bima Hj Suharni turut memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta.

Ia menilai, kegiatan tersebut memiliki dampak positif terhadap pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

“Bonsai ini bukan karya instan. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan keahlian tinggi untuk menghasilkan karya bernilai. Ini sangat potensial mendukung UMKM,” ungkapnya.

Suharni juga menegaskan, tren bonsai kini telah berkembang secara nasional, sehingga perlu didorong agar gaungnya di Kota Bima semakin besar.

“Jangan sampai kegiatan seperti ini kembali ‘tidur’. Harus terus dikembangkan agar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

*Kahaba-01