Kota Bima, Kahaba.- Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan mengajak jajaran Kementerian Agama untuk mengambil peran aktif dalam menangkal penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Safari Ramadan dan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) guru madrasah swasta Kementerian Agama se-Kota Bima di Masjid Babul Ilmi MAN 2 Kota Bima, Rabu malam 4 Maret 2026.
Pada kegiatan itu, Wawali didampingi Kepala Kesbangpol Kota Bima M Natsir, Kabag Kesra Setda H Sirajudin, Camat Asakota Jamaludin, serta Sekcam Rasanae Barat Zulkarnain.
Feri Sofiyan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya Kantor Wilayah NTB, yang telah memberikan pembinaan kepada ASN guru madrasah di Kota Bima.
Menurutnya, kehadiran pimpinan Kanwil Kemenag NTB bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam membina sumber daya manusia yang berakhlak dan berintegritas.
Ia mengakui bahwa masyarakat Bima dikenal religius dan memiliki budaya kebersamaan yang kuat. Namun di era digital saat ini, masyarakat juga dihadapkan pada tantangan baru berupa maraknya hoaks, ujaran kebencian, hingga saling hujat di ruang publik yang berpotensi memicu konflik sosial.
“Untuk menangkal itu semua, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga besar Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat,” tegasnya.
Feri juga mendorong Kemenag untuk memperkuat moderasi beragama, meningkatkan literasi digital masyarakat, melakukan verifikasi informasi, serta mengoptimalkan peran penyuluh agama dan kerja sama dengan tokoh agama maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Selain itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak terjerumus pada perilaku negatif seperti pergaulan bebas, minuman keras, penyalahgunaan narkoba hingga konflik sosial.
“Sebagai generasi penerus bangsa, hindari hal-hal yang merusak masa depan. Jangan sampai terjebak pada narkoba, miras maupun konflik horizontal,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat Zamroni Aziz mengungkapkan, Kota Bima dan Kabupaten Bima menjadi daerah pertama yang dikunjungi dalam rangkaian Safari Ramadan tahun ini.
Ia menilai masyarakat Bima memiliki tradisi religius yang kuat dan dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak qori dan qoriah berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
“Bima adalah lumbung qori dan qoriah terbaik. Walaupun ada oknum yang mencoreng nama daerah, saya yakin masyarakat, ulama, dan tokoh agama di Bima mampu menjaga marwah daerah ini,” ujar Zamroni.
Dirinya juga menyinggung munculnya generasi muda berprestasi seperti Muhammad Zian Fahrezi yang belakangan menjadi perhatian publik karena prestasinya.
Zamroni menegaskan, hal tersebut membuktikan bahwa Kota Bima memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing dan bahkan dikenal hingga tingkat internasional.
Ia pun mengajak seluruh ASN Kemenag, penyuluh agama, dan tokoh agama untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan kedamaian masyarakat.
“Kota Bima akan aman jika kita semua ikut menjaganya. Kota Bima akan luar biasa jika seluruh elemen masyarakat ikut berperan,” pungkasnya.
*Kahaba-04













